LAPORAN PENDAHULUAN
IBU HAMIL TRIMESTER
II
I. PENGERTIAN
1. Kehamilan
adalah pertemuan sperma dan ovum yang dimulai dari ovulasi, konsepsi, nidasi
dan implantasi sampai dengan janin hidup diluar (Saifudin, Abdul Bari, 2008).
2.
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu / 9 bulan 7 hari)
dihitung dari pertama hadi berakhir. (Wiknjosastro, Hanifa.2008)
3.
Kehamilan adalah proses mata rantai yang
berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh kembang
hasil konsepsi sampai aterm. (Manuaba, Prof. Dr. Ida Bagus Gde, 2010)
Pengertian Kehamilan Trimester II
1.
Kehamilan Trimester II adalah kehamilan dengan usia 14
– 28 minggu. (Manjoer, Arief. 2003)
2.
Kehamilan Trimester II adalah kehamilan dengan usia 13
– 27 minggu. (Kusmiati, Yuni. 2009)
3.
Kehamilan Trimester II adalah kehamilan dengan usia 12
– 28 minggu (Saifudin, Abdul Bari. 2008)
II. FISIOLOGIS KEHAMILAN TRIMISTER II
Perubahan adaptasi fisiologis pada trimester II adalah
1.
Uterus
Terjadi perubahan bentuk dan ukuran uterus akibat pengaruh dari estrogen
dan progesteron. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bukit. Hubungan antara
besarnya dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui, diantaranya untuk
mengetahui diagnosa apakah wanita tersebut hamil fisiologis atau hamil ganda
atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebaganinya (Saifudin,
Abdul Bari. 2008)
·
UK 16 minggu, tinggi fundus uteri kira – kira terletak
diantara ½ jarak pusat ke simpisis.
·
UK 20 minggu, tinggi fundus uteri kira – kira terletak
dipinggir bawah pusat.
·
UK 24 minggu, tinggi fundus uteri berada tepat
dipinggir atas pusat
Umumnya seiring pembesaran uterus berotasi ke
kanan. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya colon rektosigmoid di sebelah kiri. Hipertrofi ekstensif (pembesaran) dan mendesak usus halus ke kedua
sisi abdomen. Segera setelah bulan keempat kehamilan, kontraksi uterus dapat
dirasakan selalui dinding abdomen. Kontraksi ini disebut tanda brakton hicks. Selain bertambah besar
uterus yang mengalami perkembangan desidua dan perubahan berat. Bentuk serta
posisi dinding otot menjadi kuat dan elastis. Fundus pada serviks mudah
fleksibel yang disebut tanda Mc. Donald.
2.
Vulva dan Vagina
Karena hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan perjadi
hipervascularisasi mengakibatkan pembuluh – pembuluh darah dan alat genetalia
interna akan membesar. Hal ini terjadi karena oksigenasi dan nutrisi pada alat
– alat genetalia tersebut meningkat. Peningkatan sensitifitas dan meningkatkan
keinginan dan bangkitnya nafsu seksual. Khususnya selama Trimester II
kehamilan. Peningkatan Kongesti kehamilan relaksasi dingin pembuluh darah dan
uterus akan dapat menyebabkan timbulnya odema dan varices vulva. (Kusmiati,
Yuni. 2009)
3.
Ovarium
Dalam Endokrinologi, ovarium memiliki 2 fungsi yaitu :
a.
Fungsi proliferasi (generatif) yaitu sumber ovum
selama masa reproduksi.
b.
Fungsi Sekretorik (vegetatif) yaitu tempat pembentukan
dan pengeluaran hormon steroid (estrogen, progesteron, androgen)
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum
gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna
pada umur 16 minggu seterlah plasenta terbentuk, korpus luteum mengecil (Saifudin,
Abdul Bari. 2008)
4.
Servik Uteri
Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar – kelenjar serviks akan
berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak (keputihan)
(Kusmiati,
Yuni. 2009)
5.
Payudara/ mammae
Pada
kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih
agak jernih disebut colostrum. Colostrum berasal dari asinus yang
bersekresi. Selama trimester kedua pertumbuhan kelenjar mammae meningkat secara progesif. Kadar hormon luteal dan plasenta
pada masa hamil meningkatkan proliferasi ductus laktiferus dan jaringan lubulus
alveolar sehingga pada palpasi teraba penyerapan nodul kasar. Peningkatan
jaringan glandular menggantikan jaringan ikat akibatnya jaringan menjadi lebih
lunak dan lebih panjang. Peregangan ligamentum
cooper sucpensosium fibrosa berlebihan yang menompang payudara dapat
dicegah dengan menggunakan bra maternitas sesuai ukuran.
Walaupun
perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa
hamil, tetapi laktasi terlambat sampai kadar estrogen menurun, yakni setelah
janin dan plasenta lahir.(Pantikawati, Ika. 2010)
6.
Sirkulasi Darah
Peredarahan darah Ibu mempengaruhi beberapa faktor antara lain :
·
Peningkatan kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat
memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin
·
Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada
sirkulasi retro placenta.
·
Pengaruh hormon estrogen dan progesteron mungkin
meningkat, akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa pengaruh peredaran
darah, yaitu :
a.
Volume darah è Volume darah
semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel
darah, sehingga terjadi hemodilusi dengan puncak pada umur hamil 32 minggu
curah jantung akan bertambah sekitar 30% bertambahnya hemodilusi darah mulai
tampak sekitar UK 16 minggu.
b.
Sel darah è Sel darah merah
mungkin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam
rahim tetapi pertambahan sel darah merah tidak seimbang dengan peningkatan
volume darah sehingga terjadi hemodilusi (salah satu penyebab gusi berdarah)
dan disertai anemia fisilogis (Saifudin, Abdul Bari. 2008).
7.
Sistem Respirasi
Karena
adanya penurunan tekanan CO2 seorang wanita hamil sering mengeluhkan
sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas. (Pantikawati, Ika. 2010)
8.
Sistem Pencernaan
Biasanya terjadi Konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang
meningkat selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus
yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ – organ dalam perut
khususnya saluran pencernaan, usus besar, ke arah atas dan lateral, wasir
(hemoroid).
Cukup sering pada kehamilan sebagian besar akibat konstipasi dan naiknya
tekanan vena – vena di bawah uterus termasuk vena hemoroid, perut panas
(heartburn) terjadi karena aliran balik asam gastrik ke dalam esofagus bagian
bawah (Kusmiati, Yuni. 2009)
9.
Sistem Kardiovasculer
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadinya proses
hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit mengalami
kenaikan kembali tekanan darah sebelum aterm.
Perubahan auskultasi mengiringi perubahan ukuran dan posisi jantung juga
menimbulkan perubahan hasil auskultasi yang umum terjadi selama masa hamil.
Bunyi spitting S1 dan S2
lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar setelah minggu
ke 20 gestasi. Selain itu murmur ejeksi sistolik tingkat II dapat di dengar di
daerah pulmonal. (Pantikawati, Ika. 2010)
10.
Sistem tractus urinarius
Kandung kemih tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang. Pada
trimester II kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul sejati
kearah abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih bergeser ke
arah atas. Kongesti panggul pada masa hamil di tunjukkan oleh hyperemia kandung
kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih
dapat menurun. Hal ini memungkinkan distensi kadung kemih sampai sekitar 1500
ml. Pada saat yang sama pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan
rasa ingin berkemih, walaupun kemih haya berisi sedikit urine. (Pantikawati,
Ika. 2010)
11.
Sistem musculosletal
Selama
trimester II mobilitas persendian akan berkurang terutama di daerah siku dan
pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan konektif/
jaringan yang berhubungan di sekitarnya. (Pantikawati, Ika. 2010)
12.
Sistem Integument
Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron kadar MSHnya
pun meningkat (Kusmiati, Yuni. 2009)
13. Sistem endokrin
Adanya peningkatan estrogen dan
progesteron serta bertambahnya pembentukan FSH dan LH. (Pantikawati, Ika. 2010)
14. Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan 0,4 – 0,5 kg perminggu selama
sisa kehamilan. (Pantikawati, Ika. 2010)
III. PERUBAHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER II
1. Ibu merasa sakit
(karena HCL terlalu tinggi)
2. Rasa tidak nyaman
karena kehamilan berkurang.
3. Ibu menerima
kehamilannya
4. Mulai menggunakan
energi dan pikiran lebih konstruktif.
5. Dapat merasakan
gerakan janin
6. Libido meningkat
(Kusmiati, Yuni.2009)
IV. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN TRIMESTER II
1. Faktor
Fisik
a. Status
Kesehatan
Status
kesehatan wanita sebelum hamil akan berpengaruh pada kehamilan, kesehatan ibu
selama hamil akan mempengaruhi kehamilannya dan mempengaruhi tumbuh kembang
zygote, embrio, dan janin termasuk keabnormalan formasi.
Dan
jika seorang wanita yang sedang hamil pernah sebelumnya menderita suatu
penyakit seperti hepatitis, infeksi kandung kemih, penyakit ginjal, TBC dan
lain-lain. Maka bidan perlu mengkaji kembali kondisi wanita tersebut untuk
mengetahui apakah ia masih menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit
tersebut. Hal ini sangat penting karena beberapa penyakit yang dibawa ibu dapat
berdampak pada bayi yang dikandungnya seperti sifilis atau campak jerman yang
dapat menyebabkan cacat bawaan.
Beberapa
hal yang mempengaruhi status kesehatan wanita hamil:
1) Riwayat penggunaan obat-obatan
2) Riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami
(penyakit kronis, penyakit infeksi, riwayat kecelakaan, riwayat operasi
3) Riwayat melakukan transfusi darah
4) Imunisasi
Ada dua klasifikasi dasar yang
berkaitan dengan status kesehatan atau penyakit yang dialami oleh ibu hamil :
1) Penyakit atau komplikasi akibat langsung kehamilan, yaitu
hyperemesis gravidarum, preklamsia/eklamsia, kelainan lamanya kehamilan,
kehamilan ektopik, kelainan plasenta atau selaput janin, perdarahan antepartum,
gemelli.
2) Penyakit atau kelainan yang tidak berhubungan langsung
dengan kehamilan. Terdapat hubungan timbal balik dimana penyakit ini dapat
memperberat serta mempengaruhi kehamilan atau penyakit ini dapat diperberat
oleh karena kehamilan. Termasuk klasifikasi ini adalah :
a) Penyakit atau kelainan alat kandungan misalnya varises
vulva, kelainan bawaan, oedema vulva, hematoma vulva, peradangan, gonorea,
bartholinitis, trikomonas vaginalis, kista vagina, kelainan bawaan uterus,
kelainan letak uterus, tumor uteri, mioma uteri, dan lain-lain.
b) Penyakit kardiovaskuler misalnya penyakit jantung,
hipertensi, stenosis aorta, mitral insufiensi, jantung rematik, endokarditis.
c) Penyakit darah misalnya anemia dalam kehamilan, leukemia,
hemostatis dan kelainan pembekuan darah, trombositopeni dan lain-lain.
d) Penyakit saluran nafas misalnya influensa, bronkitis,
pneumonia, asma bronkiale, TB paru.
e) Penyakit traktus digestivus misalnya ptialismus, karies,
gingivitis, pirosis, hernia diafragmatika gastritis, ileus, valvulusta dan lain-lain.
f) Penyakit hepar dan pankreas misalnya, hepatitis, rupture
hepar, sirosis hepatis, ikterus, atrofi hepar, penyakit pankreas, dan
lain-lain.
g) Penyakit ginjal dan saluran kemih misalnya infeksi
saluran kemih, bakteriuria, sistitis, pielonefritis, glomerulonephritis dan
lain-lain.
h) Penyakit endokrin misalnya diabetes dalam kehamilan,
kelainan kelenjar gondok dan anak ginjal, kelainan hipofisis, dan lain-lain.
i)
Penyakit
saraf misalnya epilepsia, pendarahan intrakranial, tumor otak, mistenia gravis,
otosklerosis dan lain-lain.
j)
Penyakit
menular misalnya IMS, (penyakit akibat hubungan seksual), AIDS, kondiloma
akuminata, thypus, kolera, tetanus, TORCH dan lain-lain.
Beberapa pengaruh
penyakit terhadap kehamilan adalah terjadi abortus, intra uterin fetal
death (IUFD), anemia berat, infeksi transplasental, pertus prematurus,
dismaturitas, asfiksia neonatorum, shock, perdarahan.
b. Status
Gizi
Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kahamilan.
Banyak wanita yang tidak mengetahui manfaat gizi bagi hamil (diet ibu hamil).
Masalah inilah yang menjadi tugas kita sebagai seorang bidan untuk
menerangkannya di setiap ibu berkunjung.
Kebutuhan ibu hamil akan nutrisi lebih tinggi
dibandingkan saat sebelum hamil dan kebutuhan tersebut semakin bertambah pada
saat ibu menyusui bayinya. Kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan
kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Untuk memenuhi
kebutuhan akan nutrisi maka ibu harus makan makanan yang banyak mengandung gizi
karena makanan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin,plasenta,buah dada
dan kenaikan metabolisme dan apabila kekurangan dapat menyebabkan terjadinya
abortus (pada kehamilan trimester I) atau terjadinya partus prematurus atau
kelahiran anak pertama.
Berikut ini merupakan zat makanan yang dibutuhkan oleh
ibu hamil dan menyusui:
Kalori 2000 kkal, Protein 55 g, Kalsium 0.5 g, Zat bezi 12 g, Vitamin A
5000 IU, Vitamin D 400 IU, Thiamin 0.8 mg, Roboflavin 1.2 mg, Niasin 13 mg,
Vitamin C 60 mg.
c. Gaya
Hidup : Subtance abuse, perokok, hamil diluar nikah, kehamilan tidak
diharapkan.
Cara hidup yang serba sibuk dan terburu-buru seperti yang banyak dijalani oleh para wanita pada masa kini, dapat memperbesar kemungkinan bahkan kadang-kadang langsung menyebabkan salah satu gejala kehamilan yang tidak enak yaitu rasa mual di pagi hari, keletihan,sakit punggung,dan gangguan pencernaan.
Cara hidup yang serba sibuk dan terburu-buru seperti yang banyak dijalani oleh para wanita pada masa kini, dapat memperbesar kemungkinan bahkan kadang-kadang langsung menyebabkan salah satu gejala kehamilan yang tidak enak yaitu rasa mual di pagi hari, keletihan,sakit punggung,dan gangguan pencernaan.
d. Subtance
abuse (Alkohol)
Beberapa jenis
obat-obatan bisa menghambat terjadinya kehamilan atau membahayakan bayi dalam
kandungan. Pada hakekatnya semua wanita tahu tentang akibat dari meminum
alkohol. Resiko dari minum alkohol yang terus-memerus, tentunya juga
berhubungan dengan dosis yang akan menyebabkan berbagai masalah yang serius
seperti meningkatkan resiko keguguran,lahir prematur,berat lahir yang
rendah,komplikasi selama masa persiapan kelahiran, persalinan dan FAE (Fetal
Alkohol effect). Di Amerika Serikat, penggunaan alkohol selama kehamilan
merupakan penyebab terbesar dari keterbelakangan mental dan cacat lahir. Makin
cepat seorang peminum menghentikan kebiasaanya selama kehamilan akan lebih
kecil resikonya pada bayi
e. Merokok
Terdapat bukti kuat bahwa ibu hamil yang merokok dapat langsung mempengaruhi dan merusak perkembangan janin dalam rahim seperti BBLR, apneu dan kemungkinan meninggal karena SIDS ( Sudden Infant Death Sindrome) atau Crib Death atau kematian diranjang bayi. Asap rokok dapat menyebabkan suplai Oksigen dan nurisi kepada janin melalui plasenta berkurang
Terdapat bukti kuat bahwa ibu hamil yang merokok dapat langsung mempengaruhi dan merusak perkembangan janin dalam rahim seperti BBLR, apneu dan kemungkinan meninggal karena SIDS ( Sudden Infant Death Sindrome) atau Crib Death atau kematian diranjang bayi. Asap rokok dapat menyebabkan suplai Oksigen dan nurisi kepada janin melalui plasenta berkurang
f. Hamil
diluar Nikah / Kehamilan tidak diharapkan
Hamil tidak diharapkan
adalah kehamilan yang oleh karena suatu sebab maka keberadaanya tidak
diinginkan oleh salah satu pihak ataupun keduanya.
2. Faktor
Psikologis
Kehamilan merupakan
krisis maternitas yang dapat menimbulkan stres tetapi berharga karena menyiapkan
wanita tersebut untuk memberi perawatan dan mengemban tugas yang lebih berat.
Apabila wanita saat hamil berubah menjadi cepat naik darah atau yang rajin
menjadi malas hal tersebut merupakan hal yang wajar karena wanita tersebut
mengalami perubahan emosi. (Pantikawati, Ika. 2010)
V. KEBUTUHAN IBU HAMIL TRIMESTER II
1. Kebutuhan
fisik
a. Oksigen
Kebutuhan
oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan
metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan tubuhnya dan untuk aktivitas berbagai
organ atau sel. Asupan oksigen bisa terganggu disebakan oleh berbagai faktor
yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegiatan
yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah
asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk
mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Pada
dasarnya kebutuhan oksigen manusia sama yaitu udara bersih, tidak kotor, tidak
bau dan tidak berpolusi.
b.
Nutrisi Ibu hamil
Janin di dalam kandungan membutuhkan zat-zat gizi
dan hanya ibu yang dapat memberikannya. Oleh sebab itu makanan ibu hamil harus
cukup untuk berdua yaitu untuk ibu sendiri dan anaknya dalam kandungan.
Makanan
yang cukup mengandung zat gizi selama hamil penting artinya. Berbagai penelitian
menunjukkan bahwa apabila jumlah makanannya dikurangi maka berat bayi yang akan
dilahirkan menjadi lebih kecil.Komplikasi pada ibu yang mungkin terjadi adalah
anemia dan pre eklamsi. Selain berat badan janin lebih kecil, menyebabkan pula
pertumbuhan dan perkembangan otak janin tidak sempurna.
Ibu hamil yang cukup makannya akan mendapat
kenaikan berat badan yang cukup baik. Kenaikan berat badan rata-rata selama
hamil adalah 9–13,5 kg. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam
kehamilan 20 minggu terakhir.
Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan
oleh hasil konsepsi yaitu : fetus, plasenta, liquor amnii, uterus, mammae,
darah, lemak, protein serta retensi air.
Pada trimester II kalori dibutuhkan untuk penambahan darah, pertumbuhan
uterus, pertumbuhan jaringan mammae dan penimbunan lemak.
Kebutuhan
zat gizi pada ibu hamil secara garis besar adalah sebagai berikut:
1) Asam
folat
Asam folat
adalah bagian dari vitamin B kompleks yang dapat diisolasi dari daun hijau
(seperti bayam), buah segar, kulit, hati, ginjal, dan jamur. Asam folat disebut
juga dengan folacin/liver lactobacillus cosil faktor/faktor U dan faktor R atau
vitamin B11. Kebutuhan akan folic acid sampai 50-100 mg/hari pada wanita normal
dan 300-400 mg/hari pada wanita hamil sedangkan hamil kembar lebih besar lagi.
Kekurangan asam folat
menyebabkan gangguan plasenta, abortus habitualis, solusio plasenta, dan
kelainan kongenital pada janin.
Pemberian asam folat diberikan
pada masa perikontrasepsi, satu bulan sebelum konsepsi dan 1 bulan post
konsepsi, karena neural tube manusia menutup pada minggu ketiga post konsepsi.
Minimal pemberian suplemen asam folat yang dimulai 2 bulan sebelum konsepsi dan
belanjut hingga 3 bulan pertama kehamilan. Dosis pemberian asam folat untuk
preventif adalah 500 mikrogram, sedangkan untuk kelompok dengan faktor resiko
adalah 4 mg/hari.
2) Energi
Diet pada ibu hamil tidak hanya difokuskan pada tinggi protein saja tetapi pada susunan gizi seimbang energi dan juga protein.Hal ini juga efektif unutk menurunkan kejadian BBLR dan kematian perinatal. Kebutuhan energi ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses tumbuh kembang janin dan perubahan pada tubuh ibu.
Diet pada ibu hamil tidak hanya difokuskan pada tinggi protein saja tetapi pada susunan gizi seimbang energi dan juga protein.Hal ini juga efektif unutk menurunkan kejadian BBLR dan kematian perinatal. Kebutuhan energi ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses tumbuh kembang janin dan perubahan pada tubuh ibu.
3) Pembentukan
jaringan dari janin dan tubuh ibu dibutuhkan protein sebesar 910 gram dalam 6 bulan terakhir kehamilan
dibutuhkan tambahan 12 gram protein sehari untuk ibu hamil.
4) Zat
besi (FE)
Pemberian suplemen tablet
tambah darah atau zat besi secara rutin adalah untuk membangun cadangan besi,
sintesa sel darah merah, dan sintesa darah otot. Setiap tablet besi mengandung FeSO4 320 mg (
zat besi 30 mg ), minimal 90 tablet perhari.
5) Kalsium
Untuk pembentukan dan tulang gigi bayi, kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sebesar 500 mg perhari.
Untuk pembentukan dan tulang gigi bayi, kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sebesar 500 mg perhari.
6) Pemberian
suplemen vitamin D terutama pada kelompok berisiko penyakit menular seksual dan
di negara dengan musim dingin yang panjang.
7) Pemberian
yodium pada daerah yang endemik kretinisme.
8) Tidak
ada rekomendasi rutin untuk pemberian Zinc, Magnesium, dan minyak ikan selama
hamil.
c. Personal
Hygiene dan Pakaian
Kebesihan harus selalu
dijaga pada masa hamil. Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Jika
telah sering hamil, maka pemakaian setagen untuk menunjang otot-otot perut baik
dinasehatkan pada ibu hamil. Sepatu atau alas kaki yang tinggi sebaiknya jangan
dipakai, oleh karena tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah
tergelincir atau jatuh. Mammae yang bertambah besar juga membutuhkan kutang
atau BH yang lebih besar dan cukup menunjang.Tak bisa disangkal, hampir semua
bagian tubuh memang bertambah besar dan berat di saat hamil.
1) Bra
Selama hamil, payudara perlu tersangga dengan baik. pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat penyangga (kawat penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang lembut), atau bra khusus untuk kehamilan.
Selama hamil, payudara perlu tersangga dengan baik. pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat penyangga (kawat penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang lembut), atau bra khusus untuk kehamilan.
Sebenarnya,
tidak harus mengenakan bra khusus untuk kehamilan, namun
pemakaian bra jenis ini dapat menyangga payudara dengan baik, sehingga terasa
nyaman saat bergerak
Ada bra yang
bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui. Bra
jenis ini memiliki “jendela” yang bisa dibuka bila ingin menyusui bayi kelak.
Bra ini juga memudahkan, mengingat setelah melahirkan perlu pakai bra siang dan
malam (terutama di minggu pertama), untuk menghindari tetesan ASI “tumpah” ke
mana-mana.
Pilih yang bahan
dasarnya katun, agar
kulit bisa “bernapas” dengan nyaman. Sekalipun begitu, bahan elastis yang
menyertainya akan membuat bra lebih lentur ketika ukurannya berubah
Untuk payudara
besar, bra yang memiliki tali bahu lebar, sehingga
dapat menahan beban payudara.
Pastikan
penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai. Jika
terlalu ketat dapat memicu sakit di ulu hati. Selain itu, bra yang terlalu
ketat akan menahan aliran darah seputar payudara, dan meningkatkan kemungkinan
penyumbatan saluran air susu (mastitis). Memakai bra yang pas akan menghindari
berbagai gangguan tersebut
2)
Celana
Dalam
a)
pilih celana dalam berbahan dasar katun, karena memberi “ventilasi” yang baik
sehingga menghambat pertumbuhan jamur. Ingat, selama hamil suhu tubuh akan
meningkat dan cairan vagina juga kadang-kadang keluar, sehingga membuat ibu
hamil rentan terhadap infeksi bakteri
b) perhatikan ukuran dan karet
celana, jangan
sampai menekan perut, pinggang atau lingkar paha
c) celana dalam yang pas, menutupi sekaligus menyangga perut dan
bokong, serta tidak terlalu ketat menekan bagian selangkangan, akan sangat
membantu ibu hamil yang mengalami varises (pembesaran pembuluh darah balik
vena.
d. Eliminasi
Masalah
eliminasi terkadang mengalami kesulitan tetapi banyak pula yang cukup lancar.
Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi
basah. Situasi basah ini menyebabkan jamur (Tricomonas) kambuh sehingga wanita
sering mengeluh keputihan dan gatal.
e. Seksualitas
Bila
dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus
ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk,
serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil.
Pada
umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan
hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga
panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit
dan perdarahan.
Sebagian
perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah
seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap
bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat
yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual.
Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual.
Trimester kedua:
Minat meningkat (kembali) memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul
kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan
sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di
trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti
pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah
jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan
ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan
payudara.
f.
Mobilisasi dan
body mekanik
Mobilitas
merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak bebas mudah, dan teratur
dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatan.
g. Gunakan
body mekanik yang baik:
1)
Hindari mengangkat beban yang berat
2)
Gunakan kasur yang keras untuk tidur
3)
Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
4)
Hindari tidur terlentang terlalu lama karena
dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat
5)
Boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari selama
tidak memberikan gangguan.
6) Aktivitas
dibatasi bila didapatkan penyulit : partus prematurus imminens, ketuban pecah,
menderita kelainan jantung.
h.
Exercise/ senam Hamil
Senam
hamil merupakan kebutuhan aktifitas fisik, pada kegiatan ini terjadi
peningkatan metabolisme yang pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme
diperlukan peningkatan penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan
meningkatkan kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan dan
pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah dengan
jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan persalinan yang
fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan memberikan latihan fisik kepada
wanita hamil. “Senam adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan seorang
ibu hamil baik fisik maupun mental pada persalinan yang aman, spontan dan
lancar sesuai waktu yang diharapkan”.
Pada
prinsipnya senam hamil adalah exercise therapy atau terapi latihan yang
merupakan bagian dari ilmu fisioterapi yang dilaksanakan dibagian obstetric
pada ibu hamil oleh seorang fisioterapis.
Senam
yang dilakukan oleh ibu hamil pada setiap semester. Senam hamil penting bagi seorng
ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk persalinan terutama untuk ibu dengan
usia kandungan lebih dari 20 minggu.
Tujuan
1)
Menguasai tehnik pernafasan
2) Memperkuat
dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut
3) Melatih
sikap tubuh selama hamil
4) Melatih
relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi
5) Ibu
dapat melahirkan tanpa penyulit sehingga ibu dan bayi sehat setelah
persalinan
Manfaat
1) Memperkuat
dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang
penting dalam proses persalinan
2) Melatih
sikap tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan seperti sakit
3) Perempuan
mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan
secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga
proses persalinan normal langsung relatif cepat.
4) Membuat
tubuh lebih rileks (membantu mengatasi stress dan rasa sakit akibat his ketika
bersalin).
i.
Istirahat dan Tidur
Selama
hamil, tubuh butuh tidur selama 6-8 jam sehari. Ini sama dengan tidur orang
sehat pada umumnya. Hanya saja, berbagai perubahan tubuh kerap membuat ibu
hamil gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya, ibu hamil biasanya perlu
tambahan waktu istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam setiap rentang
3 hingga 4 jam.
Sebaiknya
tidak berbaring terlentang waktu tidur. Dengan besarnya rahim, berbaring
terlentang bisa menempatkan rahim di atas pembuluh darah penting yang berjalan
ke bawah di bagian perut. Beberapa wanita hamil mengalami kesulitan bernafas
bila berbaring terlentang, posisi istirahat yang bagus adalah tidur menyamping.
j.
Imunisasi
Kehamilan
bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap berbagai penyakit yang
dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya akibat yang membahayakan
Janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk
mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak
2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus
sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8 bulan.
k. Travelling
Wanita
hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan
yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan
ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedema tungkai
karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan
dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya
dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi
kehamilan.Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare
karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena
akibat perjalanan yang melelahkan.
l.
Persiapan Kelahiran Bayi
Sangatlah
penting bekerjasama dengan ibu, keluarga dan masyarakat dalam mempersiapkan
persalinan serta membuat rencana tindakan sekiranya terjadi
komplikasi-komplikasi. Rencana persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat
oleh ibu, anggota keluarganya dan bidan. Rencana ini tidak harus dalam bentuk
tertulis dan biasanya memang tidak tertulis. Rencana ini lebih hanya sekedar
diskusi untuk memastikan bahwa ibu dapat menerima asuhan yang ia perlukan.
Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan kekacauan pada
saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima asuhan
yang sesuai serta tepat waktu.
Ada 5 komponen
penting dalam rencana kehamilan :
1) Membuat
rencana persalinan
Idealnya setiap
keluarga mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan. Hal-hal
di bawah ini haruslah digali dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan
tersebut :
a) Tempat
persalinan
b) Memilih
tenaga kesehatan terlatih
c) Bagaimana
menghubungi tenaga kesehatan tersebut
d) Bagaimana
transportasi ke tempat persalinan
e) Berapa
banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara
f) mengumpulkan
biaya tersebut
g) Siapa
yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
2) Membuat
rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat
pengambil keputusan tidak ada.
Penting bagi bidan dan
keluarga untuk mendiskusikan :
a) Siapa
pembuat keputusan utama dalam keluarga ?
b) Siapa
yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi
kegawatdaruratan ?
3) Mempersiapkan
sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
Setiap keluarga
seharusnya mempunyai rencana transportasi untuk ibu, jika ia mengalami
komplikasi dan perlu segera di rujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi.
Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus terdiri
dari elemen-elemen di bawah ini :
a) Dimana
ibu akan bersalin (Desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit)
b) Bagaimana
cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawatdaruratan
c) Bagaimana
cara mencari donor darah yang potensial
4) Membuat
rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya
dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk
asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan. Banyak sekali kasus,
dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak
mempunyai dana yang diperlukan.
5) Mempersiapkan
langkah yang diperlukan untuk persalinan
m.
Memantau Kesejahteraan Bayi
Memantau
kesejahteraan janin dapat dilakukan ibu hamil dengan cara menghitung gerakan
janin dan menimbang pertumbuhan berat badan ibu setiap trimesternya apakah mengalami
peningkatan atau tidak.
n.
Ketidaknyamanan Dan Cara Mengatasinya
1)
Chloasma/perubahan warna areola
a) Hindari
sinar matahari berlebihan selama kehamilan
b) Gunakan
bahan pelindung non alergis
2) Gusi
berdarah
a) Berkumur
dengan air hangat
b) Memeriksakan
gigi secara teratur
c) Jaga
kebersihan gigi, mengosok gigi dan flossing
3) Kelebihan Gas/kembung
a) Hindari
makanan yang mengandung gas
b) Mengunyah
makanan secara sempurna
c) Lakukan
senam secara teratur
4) Nyeri
Ligamentum Rotundum
o. Kunjungan Ulang
Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan
antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal yang pertama. Kunjungan
antenatal minimal 4 kali selama kehamilan (1x TM I, 1x TM II, 2x TM III). Tujuan kunjungan ulang difokuskan pada
pendeteksian komplikasi, mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan.
Jadwal kunjungan ulang
sebaiknya : Sampai dengan 28 minggu usia kehamilan, setiap 4 minggu
p. Pekerjaan
Seorang wanita yang
hamil harusnya berhenti bekerja diluar rumah sangat tergantung pada jenis
pekerjaannya, apakah lingkungan pekerjaan mengancam kehamilan/tidak dan
seberapa besar energi fisik dan mental yang diperlukan dalam bekerja. Sebagai
contoh : wanita yang bekerja sebagai radiografer dianjurkan untuk meninggalkan
pekerjaannya beberapa bulan sebelum hamil.
q. Tanda
Bahaya Dalam Kehamilan
1) Perdarahan
pervaginam
2) Sakit
kepala hebat
3) Bengkak
di wajah dan jari – jari tangan
4) Keluar
cairan pervaginam
5) Gerakan
janin tidak ada/ berkurang
6) Nyeri
perut yang hebat
(Pantikawati, Ika. 2010)
2. Kebutuhan
psikologis pada trimester II
a. Support
keluarga dan tenaga kesehatan
Ibu hamil sangat memerlukan dukungan dan perhatian dari keluarga dan tenaga
kesehatan. Adanya dukungan ini menyebabkan ibu merasa aman dan nyaman dalam
melewati kehamilannya. Psikologi ibu hamil sangatlah unik dan sensitif, oleh
karena itu dukungan yang diberikan harus serius dan maksimal. Selain itu,
persiapan untuk menjadi orang tua merupakan hal yang sangat penting dilakukan
sebelum anggota keluarga baru dilahirkan. Bagi yang sudah memiliki anak, hal
yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan anak tertua dalam menghadapi
kelahiran adik barunya.
Biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah
terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena
hamil pun sudah berkurang. Perut ibu pun belum terlalu besar sehingga
belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan dapat
menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini
ibu sudah merasakan gerak bayinya dan mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai
seorang di luar dirinya sendiri.
Pada periode ini banyak ibu yang merasa terlepas dari
rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama, merasakan
meningkatnya libido.
Dukungan yang dapat diberikan keluarga atau suami adalah
bersama-sama dengan ibu merencanakan persalinan, ikut mewaspadai adanya
komplikasi dan tanda-tanda bahaya, dan bersama-sama merencanakan suatu rencana
apabila terjadi komplikasi.
Petugas kesehatan dapat memberikan dukungan dengan
mengajarkan kepada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi, tanda-tanda bahaya,
rencana kelahiran, dan rencana kegawatdaruratan, karena saat ini merupakan
waktu dan kesempatan yang paling tepat.
b. Persiapan
menjadi orang tua
Kelahiran
dapat pula disebut sebagai suatu keajaiban karena dalam waktu sembilan bulan
terbentuklah suatu makhluk hidup baru dari sebuah sel yang besarnya tidak lebih
dari sebutir pasir. Peristiwa ini membuat pasangan suami istri berubah status
menjadi orang tua dan mengalami berbagai kejadian berarti dalam hidupnya.
Kegembiraan dan kesedihan akan lebih mempererat hubungan diantara keduanya.
Mengandung
merupakan waktu yang paling mencemaskan bagi ibu apalagi ketika menunggu saat
kelahiran dan ini dapat diperingan dengan mendiskusikan semua kecemasan yang
dirasakan dengan pasangan, keluarga dan tenaga kesehatan. Memamg ketika
mengetahui bahwa diri hamil akan terasa mengejutkan, namun diperlukan persiapan
untuk menjadi orang tua sedini mungkin, diantaranya :
1) Bersama-sama dengan pasangan selama
kehamilan dan saat melahirkan untuk saling berbagi pengalaman yang unik tentang
setiap kejadian yang dialami.
2) Berdiskusi dengan pasangan tentang apa
yang akan dilakukan untuk menghadapi status sebagai orang tua, seperti :
akomodasi bagi calon bayi, menyiapkan tambahan penghasilan, bagaimana nanti
apabila nanti bila tibanya saat ibu harus kembali bekerja, apa saja yang
diperlukan untuk merawat bayi, dll.
Hubungan
ini dapat memperkokoh
perasaan diantara pasangan, bahwa memiliki bayi berarti saling membagi tugas. Yang tidak kalah penting adalah
persiapan psikologis dalam menghadapi
perubahan status dari hanya hidup berdua dengan pasangan, sekarang ada anggota
baru dalam keluarga.
c. Persiapan
sibling
Jika memutuskan untuk mempunyai bayi lagi, kekuatan dari
ikatan batin antara ibu dan anak pertama akan terbukti sangat penting.
Anak-anak yang lebih tua, yang telah membentuk semacam independensi dan ikatan
batin yang kuat biasanya tidak begitu merasa terancam oleh kedatangan bayi baru
daripada anak-anak yang belum mencapai kekuatan ikatan batin yang sama.
Anak-anak berusia 3 tahun atau lebih akan cenderung menunggu-nunggu kelahiran
seorang bayi baru, sedangkan anak-anak yang lebih muda mungkin merasa cemas
menantikan peristiwa kelahiran adiknya.
Kenyataannya semua anak merasa teraancam oleh kedatangan
seorang bayi baru, meskipun dengan derajat yang berbeda-beda, baik selama
kehamilan maupun setelah kelahiran dan perlu diyakini bahwa ibu masih mencintai
mereka. Untuk mempersiapkan sang kakak dalam menerima kehadiran adiknya dapat
dilakukan dengan cara :
1) Ceritakan mengenai calon adik yang
disesuaikan dengan usia dan kemampuannya untuk memahami, tapi tidak pada usia
kehamilan muda karena anak akan cepat bosan
2) Jangan sampai dia mengetahui tentang calon
adiknya dari orang lain
3) Biarkan dia merasakan gerakan dan bunyi
jantung adiknya
4) Gunakan gambar-gambar mengenai cara
perawatan bayi
5) Sediakan buku yang menjelaskan dengan
mudah tentang kehamilan, persalinan dan perawatan bayi
6) Menunjukkan foto anak semasa bayi,
sehingga dapat membantunya membayangkan kecilnya tubuh adiknya.
7) Mengajaknya menengok teman yang sedang
memiliki bayi, sehingga anak dapat menyentuhnya dan melihat bagaimana bayi
disusui, diganti pakaiannya dan dimandikan. Baik anak laki-laki atau perempuan
dapat menggunakan boneka untuk memperagakannya di rumah.
8) Biarkan sang kakak membantu menyiapkan
kamar dan pakaian calon adiknya
9) Bila akan menggunakan kamar sang kakak,
siapkan beberapa bulan sebelumnya agar tidak merasa tersisihkan
10) Yakinkan bahwa ibu tetap mencintainya
setelah adiknya lahir
11) Apabila bayi kembar atau cacat maka
persiapkan sedini mungkin sang kakak untuk lebih mandiri
12) Bila anak sudah cukup besar ajarkan cara
memakai dan melepas baju sendiri, makan ataupun membantu untuk membawakan
sesuatu agar anak mandiri ketika bersalin
13) Memperkenalkan pengasuh
14) Beri kesempatan suami untuk turut
mengurusinya agar anak sadar bahwa bukan hanya ibu yang dapat menyiapkan
makanannya atau menemani tidurnya tetapi ayah juga bisa
15) Perlihatkan cinta pada anak tertua
16) Apabila sang kakak mengatakan
ketidaksukaan pada sang adik, maka jangan panik
17) Tidak boleh memberikan kesan bahwa ada hal
yang mungkin anak rasakan tapi tidak dapat dibicarakan
18) Tetapkan jadwal mandi dan waktu tidur
bersama-sama dengan anak beberapa bulan sebelum tiba saat melahirkan sehingga
anak terbiasa dengan rutinitas yang terjadi setelah melahirkan
19) Jika punya kesempatan mulailah menempatkan
anak dalam kelompok bermain sebelum bayi lahir
DAFTAR PUSTAKA
1.
Kusmiati, Yuni dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya.
2.
Manjoer,Arif dkk. 2003. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : media Aeusculapious
3.
Manuaba, Prof.dr. Ida bagus Gde. 2010. Ilmu Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan
Bidan. Jakarta: EGC
4.
Pantikawati, Ika .S.SiT dan Saryono, S.Kp. M. Kes.
2010. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan).
Yogyakarta : Nuha Medika
5.
Saifudin,Abdul Bari, SpOG. MPH. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo
6.
Wiknjosastro, Prof. Dr. Dr. Gulardi Hanifa, SpOG dkk.
2008. Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
POHON MASALAH
Kehamilan
|
|
|
|
|
|
Relaksasi jaringan ikat,
kortilego, ligamen
|
|
|
|
|
Hypertropi dan
peregangan ligamen
|
|
|
|
|
|
Vaskularisasi gusi
Hiperplasi dan edematus
jaringan penghubung
|
|
Organ – organ
|
|
|
|
||
|
|
|
|
Perut bagian bawah
kosong
|
|
Nyeri Ligamentum
Rotundum
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1) KIE
Tentang perubahan fisiologis TM II
2) KIE
tentang gizi seimbang pada ibu hamil TM II
3) KIE
tentang personal Hygiene
4) KIE
tentang Kunjungan ulang
|
INTERVENSI
DIAGNOSA / MASALAH
Diagnosa
G .... P....... ..... minggu, T/H letak kepala, kesan jalan
lahir normal, KU ibu dan janin baik
Tujuan
Ibu dapat melewati Kehamilan TM II dengan normal
Kriteria Hasil
·
Ibu dan janin sehat
·
KU Ibu baik
·
Kesadaran compos mentis
·
HPHT
·
HPL
·
Inspeksi: pembesaran uterus sesuai UK
|
· Palpasi :
|
·
|
Leopold I
|
:
|
TFU sesuai dengan UK (pertengahan sympisis pusat
– 3 jari di atas pusat), teraba bokong
|
|
|
·
|
Leopold II
|
:
|
Puka/ puki
|
|
|
·
|
Leopold III
|
:
|
Teraba kepala, belum masuk PAP
|
|
|
·
|
Leopold IV
|
:
|
Kepala belum masuk PAP
|
·
Auskultasi : DJJ : 100 – 180 x/menit
Intervensi
|
1.
|
Lakukan pendekatan
terapetik pada klien dan keluarganya
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan adanya pendekatan terapetik pada klien dan
keluarga akan tercipta hubungan saling percaya antara klien dengan tenaga
kesehatan
|
|
2.
|
Observasi TTV, DJJ dan jelaskan hasil pemeriksaan
pada klien dan keluarganya
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan adanya observasi TTVdan DJJdapat diketahui
keadaan ibu dan janin dan segera terdeteksi bila terjadi komplikasi/ atau
perubahan abnormal dan dengan penjelasan ibu dan keluarga tidak cemas setelah
mengetahui keadaan ibu
|
|
3.
|
Anjurkan ibu makan makanan bergizi seimbang selam
kehamilan
|
||
|
|
R
|
:
|
Status nutrisi ibu selama kehamilan berperan pada
kesehatan anak dimasa yang akan datang. Peningkatan protein dan zat gizi
lainnya terutama kalsium, zat besi dan asam folat dibutuhkan selama
kehamilan. Kebutuhan asam folat sehari – hari meningkat 2 kali lipat selama
kehamilan karena kebutuhan janin meningkat yaitu sekitar 0,4 – 0,8 mg.
Kalsium digunakan untuk pembentukan tulang dan gigi, zat besi
|
|
4.
|
Anjurkan ibu miring ke sebelah kiri saat tidur
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan miring ke sebelah kiri dapat meeningkatkan
aliran balik vena sehingga aliran darah dalam oksigen bisa mengalir ke bayi
melalui plasenta dn tali pusat tanpa gangguan
|
Masalah
1.
Nyeri ligamentum rotundum
Tujuan : masalah teratasi dan ibu mengetahui penyebab
nyeri ligamentum rotundum
Kriteria hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran : compos mentis
·
Nyeri ligamentum rotundum berkurang
Intervensi
|
1.
|
Berikan penjelasan penyebab nyeri ligamentum
rotundum
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan penjelasan yang diberikan tentang penyebab
nyeri ligamentum rotundum yaitu karena adanya hipertrofi dan pereganggan
selama kehamilan dan adanya tekanan pada uretus dari ligamentum. Klien akan
mengerti bahwa hal tersebut normal
|
|
2.
|
Anjurkan klien untuk melakukan perubahan posisi
secara perlahan
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan bergerak perlahan maka akan mengurangi
rasa nyeri
|
|
3.
|
Beri contoh tepat untuk membungkuk dan mengangkat
yang benar
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan membungkuk dan mengangkat yang benar dapat
mencegah rasa nyeri yang lebih parah
|
|
4.
|
Anjurkan klien memberi kompres hangat pada daerah
yang nyeri
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan kompres hangat maka akan merelaksasikan
otot – otot yang tegang sehingga nyeri dapat berkurang
|
2.
Gusi berdarah
Tujuan : masalah teratasi dan ibu mengetahui penyebab
gusi berdarah
Kriteria hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran : compos mentis
·
Gusi tidak berdarah
Intervensi
|
1.
|
Berikan penjelasan penyebab gusi berdarah
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan mengetahui penyebab perdarahan gusi klien
lebih tahu dan tidak cemas dengan keadaannya karena perdarahan gusi terjadi
akibat peningkatan hormon sehingga menyebabkan jarigan – jaringan menjadi
hiperplasia
|
|
2.
|
Anjurkan klien untuk kumur dengan air hangat/ air
garam
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan kumur air hangat/ air garam dapat
menguragi perdarahan gusi dan mencegah terjadinya infeksi
|
|
3.
|
Anjurkan periksa gigi secara rutin dan teratur
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan memeriksakan gigi secara rutin dan teratur
maka akan dapat terdeteksi kelainan – kelainan yang mengarah ke abnormal
|
3.
Cloasma
Tujuan : masalah teratasi dan ibu mengetahui penyebab
cloasma
Kriteria hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran : compos mentis
·
Cloasma berkurang
Intervensi
|
1.
|
Berikan penjelasan penyebab cloasma
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan mengetahui penyebab cloasma klien lebih
tahu dan tidak cemas dengan keadaannya
|
|
2.
|
Anjurkan klien untuk menghindari sinar matahari
yang berlebihan selama hamil
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan menghindari sinar matahari yang berlebihan
selama hamil dapat mengurangi tingkat cloasma yang terjadi
|
4.
Kelebihan gas
Tujuan : masalah teratasi dan ibu dapat melalui
kehamilannya dengan normal
Kriteria hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran : compos mentis
·
Kelebihan gas berkurang/ teratasi
Intervensi
|
1.
|
Berikan penjelasan penyebab kelebihan gas/
kembung
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan mengetahui penyebab kelebihan gas/ kembung
dalah hal yang normal maka klien menjadi tidak cemas dengan keadaannya
|
|
2.
|
Anjurkan klien untuk menghindari makanan yang
mengandung gas seperti singkong, daun simbu’an, labu siam dll
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan menghindari makanan yang mengandung gas
dapat mengurangi kembung yang terjadi
|
|
3.
|
Anjurkan klien ntuk BAB secara teratur
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan BAB secara teratur dapat mengurangi kembung
karena gastrointestinal berjalan dengan lancar
|
VI. IMPLEMENTASI
Tindakan
dari intervensi sesuai dengan kebutuhan klien
VII. EVALUASI
S :
Data yang di peroleh dari pernyataan klien secara langsung
O : Data
yang di dapat dari hasil observasi dan pemeriksaan
A :
Interpretasi data antara S dan O
P :
Rencana yang di tentukan sesuai dengan masalah yang terjadi
FORMAT PENGKAJIAN PADA IBU
HAMIL
TRIMESTER II
NAMA : Nur Mariani Rohmatin
NIM : 10.010
SEMESTER : IV
Tanggal masuk BPS : 14 Mei 2012
Jam : 09.15
WIB
Tanggal pengkajian : 14 Mei 2012
Jam :
09.15 WIB
Nomor Regester
Pasien : –
Nomor Tempat Tidur
: –
Diagnosa masuk : Ibu Hamil 6 1/2 bulan
1. PENGKAJIAN
- Data Subyektif
1. Identitas (Biodata)
|
Nama Pasien : Ny.
F
Umur : 18 tahun
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Penghasilan : -
Alamat rumah :
Dsn Pulorejo 2/3 Ds. Pasiraman Blitar
|
Nama Suami : Tn.
T
Umur :23 tahun
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Dagang
Penghasilan : +
350.000
Alamat rumah :
Dsn Pulorejo 2/3 Ds. Pasiraman Blitar
|
2. Keluhan Utama
Ibu Hamil 6 1/2 bulan ingin memeriksakan kehamilannya yang kedua
3. Alasan Kunjungan saat ini
|
|
Kunjungan pertama
|
|
Kunjungan rutin
|
|
Ö
|
Kunjungan Ulang
|
|
|
4. Riwayat Menstruasi
|
Menarche : 13 tahun
HPHT : 19
November 2011
Lama : 5
- 7
hari
Banyaknya : 3x ganti pembalut
/ hari
Siklus : 25 - 28 hari
Teratur / tidak : teratur
|
|
Disminore :
tidak
Flour albus : tidak
Jumlah : –
Warna / bau : –
HPL / HTP : 26 – 8 - 2012
|
5. G : I I P 1001 UK : 25
1/7 minggu
|
ANC
|
Trimester I
Trimester II
Trimester III
|
Berapa kali :
Keluhan :
Terapi :
Berapa kali :
Keluhan :
Terapi :
Berapa kali :
Keluhan :
Terapi :
|
1x
Mual mual
B6
2 x
Batuk
Fe, GG, Pamol, Bc
Belum dilakukan
Belum dilakukan
Belum dilakukan
|
Hasil tes kehamilan (jika dilakukan) tanggal : 15
Desember 2011 jam pagi hari
Imunisasi TT berapa kali : 5x
Imunisasi TT kapan : bayi 2x, SD 2x, CPW 1x
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali Usia
kehamilan : 18 minggu 10 x/sehari
Keluhan selama hamil : batuk,
mual mual
Obat – obatan selama hamil : B6, Fe, GG, Pamol, Bc
Penyuluhan yang didapat : pola
istirahat, makan makanan bergizi
6. Pola Makan Minum
Sebelum Hamil
Makan : 3 x /hari dengan (nasi, sayur, lauk) 1
porsi habis
Minum : + 5 – 6 gelas / hari air putih.
Saat Hamil
Makan : 3 x /hari (nasi, sayur, lauk) (pada
TM I 1 porsi habis separo)
Minum :
+ 5 – 6 gelas / hari air putih. + 1 gelas susu 250 cc
7. Pola Aktifitas Sehari – hari
Sebelum
Hamil
Istirahat : setelah membersihkan rumah istirahat
dengan menonton TV
Tidur : 21.00 – 05.00 WIB tidur malam (8
jam sehari)
Seksualitas : 2 x/seminggu
Saat
Hamil
Istirahat : setelah membersihkan rumah istirahat
dengan menonton TV
Tidur : 21.00 – 05.00 WIB tidur malam (8
jam sehari)
Seksualitas : 1 x/seminggu
8. Pola Eliminasi
Sebelum Hamil
BAB : 1x /hari, konsistensi : padat, warna : kuning kecoklatan
BAK : + 5 – 6x /hari, warna : kuning, bau : khas
Saat
Hamil
BAB : 1x /hari, konsistensi : padat, warna : kuning kecoklatan
BAK : + 5 – 6x /hari, warna : kuning, bau : khas
9. Riwayat KB
Kontrasepsi yang pernah digunakan : suntik 3 bulan
Rencana Kontrasepsi yang akan datang : suntik 3 bulan
10. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu
|
No.
|
Tgl dan bulan persalinan
|
Tempat Pasien
|
UK
|
Jenis Persalinan
|
Penolong
|
Penyulit
|
Anak
|
Nifas
|
Ket.
|
||
|
JK
|
BB
kg
|
PB
cm
|
|||||||||
|
1.
2
|
25-3-09
Hamil ini
|
BPS
|
9
bulan
|
Normal
|
Bidan
|
-
|
P
|
3,2
|
48
|
normal
|
Hidup
usia 3 th
|
11. Riwayat Penyakit Yang sedang Diderita
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit apa – apa.
12. Riwayat penyakit yang lalu
Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit yang lalu.
13. Riwayat penyakit Keturunan
Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarganya,
misalnya tidak ada riwayat gemelli.
14. Perilaku Kesehatan
· Minum alkohol /
obat – obatan : tidak
· Jamu yang sering
digunakan : tidak ada
· Merokok, makan
sirih, kopi : tidak
· Ganti pakaian
dalam : 3x /hari
15. Riwayat Sosial
o Apakah kehamilan
Ibu direncanakan / diinginkan : Iya
o Jenis kelamin yang
diharapkan :
♀ / ♂, sama saja
o Status perkawinan :
kawin
o Jumlah :
1x
o Lama perkawinan :
4 tahun
o Jumlah keluarga
yang tinggal serumah :
4 orang
o Susunan keluarga
yang tinggal serumah : 5
orang
|
No.
|
Jenis
Kelamin
|
Umur
(Tahun)
|
Hubungan
Keluarga
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Ket.
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
♂
♀
♂
♀
♀
|
50
47
23
18
3
|
Ayah Pasien Ibu
Pasien
Suami
Istri
Anak
|
SD
SD
SMP
SMP
PAUD
|
Tani
Tani
Dagang
IRT
Pelajar
|
KK
anggota
anggota
anggota
anggota
|
16. Kepercayaan yang berhubungan dengan Kehamilan
Persalinan dan Nifas
Mengadakan selamatan setelah anak lahir
17. Keadaan Psikologi
·
Hubungan Ibu dengan Keluarga : Baik, ibu memeriksakan
diantar suami
·
Hubungan Ibu dengan masayarakat : Baik, tetangga
pernah mendampingi ibu periksa
- Data Obyektif
1.
Pemeriksaan Umum
a)
Keadaan umum :
Baik
b)
Kesadaran :
Composmetis
c)
Keadaan emosional :
Stabil
d)
Tekanan darah :
120/80 mmHg
e)
Suhu tubuh :
367 O C
f)
Denyut nadi :
86x / menit
g)
Pernafasan :
20x / menit
h)
Tinggi badan :
159 cm
i)
Berat badan sekarang :
57 kg
j)
Berat badan sebelum hamil : 54 kg
k)
Lingkar lengan atas :
25 cm
2.
Pemeriksaan Khusus
a)
Inspeksi
1.
Kepala :
Warna rambut : hitam Benjolan :
tidak
Rontok :
tidak
Ketombe
: tidak
2.
Muka :
Cloasma Gravidarum: tidak
3.
Mata : Kelopak mata : simetris ka/ki
Konjungtiva :
merah muda / merah muda kanan / kiri
Sclera :
putih keabuan ka/ki
4.
Hidung : Simetris : Iya ka/ki Sekret tidak ka/ki polip tidak ka/ki
5.
Mulut dan gigi :
Lidah :
bersih
Gusi :
tidak epulis
Gigi : tidak ada caries
6.
Telinga :
Bentuk : simetris (+) Serumen : tidak
ada kanan / kiri
7.
Leher : Normal, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
& vena jugularis
8.
Axilla : Pembesaran Kelenjar limfe : tidak ada
9.
Dada :
Payudara :
Pembesaran : iya
Simetris :
iya
Papilla mamae :
menonjol kanan / kiri
Benjolan/tumor :
tidak (-) / (-)
Pengeluaran :
tidak ada ka/ki
Strie :
ada ka/ki
Kebersihan :
Bersih kanan / kiri
10. Abdomen
|
Pembesaran : iya
Linia alba : tidak ada
Linia Nigra : tidak ada
|
Bekas luka operasi : tidak ada
Strie livide :
tidak ada
Strie Albican : tidak
ada
|
11. Punggung
– Posisi tulang punggung : normal
12. Ekstremitas atas Ekstrimitas
bawah :
|
– Odema : tidak ka/ki
– Varises : tidak
ka/ki
– Simetris : iya
ka/ki
|
– Odema : tidak ka/ki
– Varises : tidak
ka/ki
– Simetris : iya
ka/ki
|
13. Ano genital
·
Keadaan perineum :
utuh
·
Warna vulva :
merah kebiruan
·
Pengeluaran pervaginam : tidak ada
·
Pembesaran kelenjar Bartholini : tidak
·
Odema :
tidak
b)
Palpasi
·
Leopold I :
setinggi pusat, teraba bokong
·
Leopold II :
teraba punggung kanan(puka)
·
Leopold III :
teraba kepala, belum masuk PAP
·
Leopold IV :
kepala belum masuk PAP
·
TFU :
20 cm
c)
Auskultasi :
Djj :
·
Punctum maximum :
ada
·
Tempat :
kanan bawah pusat
·
Frekuensi :
140 x/menit
·
Teratur / tidak :
teratur
d)
Perkusi : Reflek patella (+) / (+) : normal
3.
Pemeriksaan panggul luar :
·
Distansia Spinarum :
tidak
dikaji
·
Distansia Cristarum :
tidak
dikaji
·
Konjungtiva Externa :
tidak
dikaji
·
Lingkar panggul :
tidak
dikaji
·
Distansia tuiberum :
tidak
dikaji
4.
Pemeriksaan laboraturium :
·
Haemoglobin :
11 gr
·
Golongan darah :
-
·
Protein :
-
·
Reduksi :
-
·
II. DIAGNOSA/MASALAH
Tanggal 14 Mei 2012 jam 09.25 WIB
Dx : GII P1001 25 1/7 minggu T/H letak kepala,
jalan lahir normal, KU ibu dan janin baik
DS : Ibu Hamil 6 1/2 bulan ingin memeriksakan kehamilannya yang kedua
DO :
·
KU ibu :baik
·
Kesadaran :
compos mentis
·
Keadaan :
emosional stabil
·
HPHT : 19
- 11 - 2011
·
HPL :
26 – 8 - 2012
|
· Palpasi :
|
·
|
Leopold I
|
:
|
Setinggi pusat, teraba bokong
|
|
|
·
|
Leopold II
|
:
|
Teraba punggung di kanan (puka)
|
|
|
·
|
Leopold III
|
:
|
Teraba kepala, belum masuk PAP
|
|
|
·
|
Leopold IV
|
:
|
Kepala belum masuk PAP
|
·
TFU :
20 cm
·
Auskultasi :
Puntum max : ada
Tempat : kanan bawah pusat
DJJ : 140 x/menit teratur
III. IDENTIFIKASI POTENSIAL DIAGNOSA/MASALAH
Tidak
ada
IV. INDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak
ada
V. INTERVENSI
Tanggal : 14 Mei 2012 Jam : 09.30
WIB
Diagnosa
GII P1001
25 1/7 minggu, T/H letak kepala, kesan jalan lahir normal,
KU ibu dan janin baik
Tujuan
Ibu dapat melewati
Kehamilan TM II dengan normal
Kriteria Hasil
·
Ibu dan janin sehat
·
KU Ibu baik
·
Kesadaran compos mentis
|
· Palpasi :
|
·
|
Leopold I
|
:
|
TFU sesuai dengan UK (setinggi pusat), teraba
bokong
|
|
|
·
|
Leopold II
|
:
|
Puka/ puki
|
|
|
·
|
Leopold III
|
:
|
Teraba kepala, belum masuk PAP
|
|
|
·
|
Leopold IV
|
:
|
Kepala belum masuk PAP
|
·
Auskultasi : DJJ : 100 – 180 x/menit
Intervensi
|
1.
|
Lakukan pendekatan
terapetik pada klien dan keluarganya
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan adanya pendekatan terapetik pada klien dan
keluarga akan tercipta hubungan saling percaya antara klien dengan tenaga
kesehatan
|
|
2.
|
Observasi TTV, DJJ dan jelaskan hasil pemeriksaan
pada klien dan keluarganya
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan adanya observasi TTVdan DJJdapat diketahui
keadaan ibu dan janin dan segera terdeteksi bila terjadi komplikasi/ atau
perubahan abnormal dan dengan penjelasan ibu dan keluarga tidak cemas setelah
mengetahui keadaan ibu
|
|
3.
|
Anjurkan ibu makan makanan bergizi seimbang selam
kehamilan
|
||
|
|
R
|
:
|
Status nutrisi ibu selama kehamilan berperan pada
kesehatan anak dimasa yang akan datang. Peningkatan protein dan zat gizi
lainnya terutama kalsium, zat besi dan asam folat dibutuhkan selama
kehamilan. Kebutuhan asam folat sehari – hari meningkat 2 kali lipat selama
kehamilan karena kebutuhan janin meningkat yaitu sekitar 0,4 – 0,8 mg.
Kalsium digunakan untuk pembentukan tulang dan gigi, zat besi
|
|
4.
|
Anjurkan ibu miring ke sebelah kiri saat tidur
|
||
|
|
R
|
:
|
Dengan miring ke sebelah kiri dapat meeningkatkan
aliran balik vena sehingga aliran darah dalam oksigen bisa mengalir ke bayi
melalui plasenta dn tali pusat tanpa gangguan
|
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 14 Mei 2012 Jam : 09.50 WIB
1.
Melakukan pendekatan terapetik pada ibu dan keluarga
dengan menyapa dengan ramah, menganamnese dan menanyakan keluhan – keluhan ibu
2.
Mengobservasi dan memeriksa TTV/DJJ dan palpasi pada
ibu juga menjelaskan hasil pemeriksaan
TD : 120/80
mmHg
N : 86
x/menit
S : 367
O C
TFU : 20 cm
DJJ :140
x/menit
|
Palpasi :
|
·
|
Leopold I
|
:
|
Setinggi pusat, teraba bokong
|
|
|
·
|
Leopold II
|
:
|
Teraba punggung di kanan (puka)
|
|
|
·
|
Leopold III
|
:
|
Teraba kepala, belum masuk PAP
|
|
|
·
|
Leopold IV
|
:
|
Kepala belum masuk PAP
|
3.
Menganjurkan ibu makan makanan bergizi selama
kehamilan yang banyak mengandung zat besi, kalsium dan asam folat seperti sayur
yang berwarna hijau, daging juga makanan yang mengandung protein hewani seperti
(tempe, tahu, ikan teri, ikan asin, ikan laut dll)
4.
Menganjurkan ibu untuk tidur miring ke sebelah kiri
agar aliran balik vena dan sirkulasi darah dari uterus/ rahim ke plasenta dapat
meningkat juga.
VII. EVALUASI
Tanggal : 14 Mei 2012 Jam 10.20 WIB
|
S
|
:
|
Ibu mengerti apa
yang di jelaskan, ibu merasa lega setelah mengetahui keadaan dirinya dan
bayinya sehat
|
|
O
|
:
|
-
Ibu menganggukkan kepala
-
Ibu dapat menjawab dan menjelaskan kembali
pertanyaan dan materi yang disampaikan
|
|
A
|
:
|
GII P1001
25 1/7 minggu, T/H letak kepala, kesan jalan lahir
normal, KU ibu dan janin baik
|
|
P
|
:
|
1.
Anjurkan ibu untuk tetap megkonsumsi tablet Fe
secara teratur yaitu 1 x sehari dan di minum langsung setelah makan dan tidak
boleh di minum bersamaan teh, kopi atau susu karna dapat mengurangi
reaktivitas obat
2.
Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 bualn lagi pada
tanggal 14 – 6 – 2012 atau sewaktu – waktu bila ada keluhan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar