Sabtu, 09 November 2013

ASKEB CAMPAK

LAPORAN PENDAHULUAN
IMUNISASI CAMPAK

I.       DEFINISI
a.       Pengertian dasar imunologi adalah reaksi antigen, antibody merupakan mekanisme perlawanan tubuh terhadap penyakit kadar antibody yang meningkat dalam darah menjamin anak terhindar dari penyakit, kadar antibody yang meningkat diperoleh dengan cara pemberian imunisasi untuk mempertahankan kadar antibody yang meningkat diperlukan imunisasi dalam waktu tertentu. Imunisasi merupakan cara pencegahan yag sangat efektif mudah serta murah untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi berbahaya seseorang bayi atau anak (Depkes. RI, 2002).
b.      Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yag serupa tidak akan terjadi penyakit (John, 2006).
c.       Imunisasi adalah kekebalan tubuh. Imunisasi adalah proses pembentukan system kekebalan tubuh. Material imunisasi disebut immunogen. Immunogen adalah molekul antigen yang dapat merangsang kekebalan tubuh. Imunisasi diberikan pada anak, dari masih bayi sampai menjelang usia dewasa, atau sekitar usia 15 tahun.
d.      Imunisasi sangat penting sebagai penunjang kesehatan bayi dan anak. Imunisasi ada yang berbentuk serum yang disuntikkan pada bagian tubuh (biasanya bagian lengan atau bokong), dan ada juga yang berbentuk cairan yang diteteskan di mulut. Imunisasi pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris. Pertama kali dibuat dalam bentuk suntikkan yang digunakan untuk kekebalan tubuh. Saat itu Jenner termotivasi adanya penyebaran virus cacar yang mematikan di Inggris (Abraham, 2008).

II.    TUJUAN IMUNISASI
Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat atau bahan menghilangkan penyakit tertentu di dunia.
(Marimbi hanum, 2008)

III. DEFINISI CAMPAK
a.       Campak adalah infeksi akut dan menular.
b.      Campak/rubella adalah suatu infeksi/virus yang sangat menular yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivis dan ruam kulit.
(Marimbi hanum, 2008)

IV. ETIOLOGI CAMPAK
a.       Campak disebabkan oleh virus RNA dari paramixo viridae, genus morbili virus. Selama masa prodermal dan selama waktu singkat sesudah ruam popok. Virus ditemukan dalam sekresi nasofaring, darah dan urin. Virus dapat aktif sekurang-kurangnya 34 jam dalam suhu kamar.
b.      Penyebaran virus maksimal adalah melalui percikan ludah (droplet) dari mulut selama masa prodromal (stadium katral) penularan terhadap penderita rentan sering terjadi sebelum diagnosis kasus aslinya. Orang yang terinfeksi menjadi menular pada hari ke 9-10 sesudah pemajanan pada keadaan ini dapat menularkan hari ke 7.
(mansjoer, Arif. 2003)

V.    PATOLOGIS CAMPAK
Lesi campak dapat di kulit, membrane mukosa nasofaring, bronkus dan saluran cerna dan pada konjungtiva. Eksudat serosa dan proliferasi sel mononuclear dan bebrapa sel polimortonuklear terjadi sekitar kapiler, ada hiperplasi limfonods, terutama pada apendiks. Pada kulit, reaksi terutama menonjol sekitar kelenjar sebasea dan folikel rambut. Bercak koplik pada mukosa bukal pipi berhadapan dengan molar II terdiri dari eksudat serosa dan proliferasi sel endotel serupa dengan bercak koplik pada lesi kulit.
Masa inkubasi 10-20 hari dan kemudian timbul gejala yang dibagi dalam 3 stadium yaitu:
a.       Stadium katral (prodormal)
Stadium ini berlangsung selama 4-5 hari disertai gambaran klinis seperti demam, malaise, batuk, otopobia konjungtivis, dan coryza menjelang akhir dari stadium katral dan 24 jam sebelum timbul anantem, terdapat bercak koplik berwarna putih kelabu sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema lokasinya di mukosa bukal yang berhadapan dengan molar bawah. Gambaran darah tepi leukopeni dan limfositosis.
b.      Stadium erupsi
Coryza dan bentuk bertambah timbul enantem atau titik merah di palatum durum dan palatum mole kadang terlihat bercak koplik terjadi eritema bentuk makulopapular disertai naiknya suhu badan. Diantara macula terhadap kulit yang normal mula-mula eritema timbul di belakang telinga, bagian atas lateral tengkuk sepanjang rambut dan bagian belakang bawah kadang terdapat perdarahan ringan pada kulit. Rasa gatal, muka bengkak ruam mencapai anggota bawah pada hari ke 3 dan menghilang sesuai urutan terjadinya. Terjadinya pembesaran kelenjar getah bening eksudat mandibula dan di daerah leher belakang, tidak jarang disertai diare.
c.       Stadium konvalensi
Erupsi berkurang menimbulkan bekas yang berwarna lebih tua atau hiperpigmentasi (gejala patogonomik) yang lama kelamaan akan menghilang sendiri, selain itu ditemukan pula kelainan kulit bersisik. Hiperpigmantasi ini merupakan gejala patogonomik untuk morbili pada penyakit. Penyakit lain dengan eritema atau eksantema ruam kulit menghilang tanpa hiperpigmentasi, suhu menurun sampai normal kecuali bila ada komplikasi.
(Marimbi, Hanum. 2010)

VI. IMUNISASI CAMPAK
a.       Definisi
Imunisasi campak adalah proses memasukkan bibit penyakit campak yang telah dilemahkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak.
b.      Vaksin campak
Vaksin ini mengandung virus campak suku “CAM 70” yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan, ditumbuhkan dalam biakan jaringan janin ayam kemudian dibekukan dan dikeringkan. Setiap dosis vaksin yang sudah dilarutkan mengandung virus campak tidak kurang dari 1000 cc dan kanamisin sulfat tidak lebih dari 100 mg dan eritomisin lebih dari 30 mg.
c.       Dosis dan cara imunisasi
Untuk melindungi anak sedini mungkin terhadap penyakit vaksin ini mulai diberikan pada usia 9 bulan sebanyak 0,5 ml secara sub cutan pada lengan bagian atas setelah dilarutkan dengan pelarut.
d.      Efek samping
Bias timbul efek samping: diare, konjungtivis, gejala kataral walaupun jarang terjadi bisa timbul ensefalitis dan enselopati.
e.       Kontra indikasi
1.      Anak dengan infeksi akut yang disertai demam.
2.      Anak dengan defisiensi imunologik.
3.      Anak dengan pengobatan intensif yang bersifat imunosupresif.
4.      Anak yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap protein telur, kanamisin, eritromisin.
5.      Wanita hamil.
f.       Perhatian khusus
1.      Vaksin hanya boleh disuntikkan secara sub cutan tidak boleh diberikan secara IV.
2.      Vaksin dilarutkan dengan pelarut khusus sebanyak 5 ml pada setiap botol 10 dosis.
3.      Bila vaksin sudah dilarutkan, vaksin harus terlindungi dari sinar matahari dan hanya tahan sampai 8 jam pada suhu 2-8 0C.
4.      Bila anak sudah diberikan imunoglobin/tranfusi darah maka imunisasi harus ditangguhkan paling sedikit 3 bulan.
5.      Vaksin disimpan dalam lemari es pada suhu 2-8 0C, lebih baik pada suhu – 200C dan terhindar dari sinar matahari pelarutnya disimpan di tempat sejuk.
(Depkes RI. 2006)

g.      Penanganan
1.      Pemberian antibiotic dan penurun panas
2.      Penyuluhan imunisasi pada ibu
(Depkes RI. 2006)
















DAFTAR PUSTAKA


·         Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid II. Jakarta: Media Aesculapius.
·         Sudarti, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Anak Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
·         Marimbi, Hanum. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi Dasar pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika



AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA WIYATA KEDIRI
·   Ijin DEPKES RI No. HK. 03.2.4.1.03896
·   Ijin DIKTI No. 194/D/O/2007
·   Akreditasi B
JL. SEMERU VI 18 KEDIRI  –  TELP. (0354) 776638, (0354) 7090908
 

FORMAT IMUNISASI

NAMA MAHASISWA                                : Nur Mariani Rohmatin
NIM                                                               : 10.010
SEMESTER                                                   : IV (Empat)
 

Tanggal masuk RS/RB/BPS/Posyandu          : 7 – 6 – 2012
Jam                                                                 : 08.00 WIB
Tanggal Pengkajian                                        : 7 – 6 – 2012
Jam                                                                 : 08.00 WIB
Nomor registrasi pasien                                  : -
Nomor tempat tidur                                       : -
Diagnosa masuk                                             :By A sudah waktunya imunisasi campak
 


I.              PENGKAJIAN
A.    Data Subyektif
1.      Identitas (Biodata)
Nama Pasien        : An. “A”                      Nama Orang Tua      : Ny.”S”
Umur                   : 10 bulan                      Umur                        : 25th
Suku/Bangsa       : Jawa / Indonesia         Suku/Bangsa            : Jawa/Ind
Agama                 : Islam                           Agama                      : Islam
Pendidikan          : -                                   Pendidikan               : SMP
Alamat Rumah    : ds. Tunjung 3/2           Pekerjaan                  : IRT
                                                                  Penghasilan              : -
                                                                  Alamat Kantor         : -
                                                                  Alamat Rumah         :ds.
                                                                                                Tunjung 3/2
2.      Keluhan Utama
-

3.      Alasan Kunjungan Saat Ini



 
ü

 
                    Kunjungan Pertama                          Kunjungan Rutin
                    Kunjungan Ulang

4.      Pola Makan dan Minum
Makan             : 3x sehari porsi sedang (nasi, lauk, sayur)
Minum            : ± 8 gelas

5.      Pola Aktivitas Sehari-hari
Istirahat          : 2 jam siang hari bermain dengan ibu
Tidur               :  2 jam tidur siang, 8 jam tidur malam
6.      Pola Eliminasi
BAB               :  1x sehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan
BAK               :  ± 5x sehari kuning jernih, bau khas
7.      Riwayat Penyakit yang Sedang Diderita: Tidak sedang menderita sakit
8.      Riwayat Penyakit yang Lalu: Tidak ada riw. penyakit kronis
9.      Riwayat Penyakit Keturunan: Tidak ada riw. penyakit keturunan(DM, jantung, hipertensi)
10.  Riwayat Antenatal :
-          Keluhan ibu selama hamil : mual, muntah, nyeri pinggang
-          ANC : 7x (TM I 2x, TM II 2x, TM III 3x) di bidan
-          TT : 4x (sebelum menikah , hamil I: 2x, hamil II 1x)
11.  Riwayat persalinan
UK : 39 mgg, jenis persalinan : normal, bayi lahir tanggal 2 – 8 - 2011 jam 20.10 WIB/ tunggal, keadaan bayi baik (menangis kuat, gerakan aktif, kulit kemerahan), ditolong oleh bidan, penyakit persalinan : tidak ada. IMD 1 jam, ketuban : jernih
12.  Riwayat Neonatus
Kondisi bayi sehat, warna kulit kemerahan, BB: 2800 gram, PB: 50 cm, Lika : 32 cm, lida : 36 cm, lika : 10 cmbayi normal tidak ada komplikasi
13.  Keadaan psikologi
·      Hubungan anak dengan keluarga         :  baik, ibu memberikan ASI pada bayinya
·      Hubungan anak dengan masyarakat    :  baik, banyak tetangga yang menyapa saat di posyandu.
B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan Umum
a.    Keadaan umum                             : baik
b.    Kesadaran                                     : composmentis
c.    Tinggi badan                                 : 70 cm
d.   Berat badan sekarang                    : 8 kg
e.    Lingkar kepala                               : 46,5 cm
f.     Lingkar lengan atas                       : 11 cm
g.    Lingkar dada                                 : 42 cm

2.      Pemeriksaan Khusus
a.    Inspeksi
1)        Kepala                                    : warna rambut hitam , benjolan tidak
Rontok                                          : tidak ada , ketombe tidak ada
2)        Muka   Bentuk                       : normal
                   Sindroma down          : tidak
3)        Mata                                       : Kelopak mata         :  tidak oedema
       Konjungtiva                           : merah muda
       Sclera                                      : putih keabu-abuan
4)        Hidung                                   : Simetris : ya, Sekret : tidak, Polip : tidak
5)        Mulut dan Gigi                       : Lidah                     : bersih
                                                        Gusi                       : tidak epulis
                                                        Gigi                        : tidak karies
6)        Telinga                                    : Seruman                 : tidak
7)        Leher                                      : normal
8)        Axilla                                      : pembesaran kelenjar limfe : tidak
9)        Dada
       Payudara :  Pembesaran          : tidak
                          Simetris                : ya
                          Papilla Mammae  : menonjol,
                          areloa mamae       : hiperpigmentasi
                          Benjolan/tumor    : tidak
                          Pengeluaran         : tidak
                          Strie                     : tidak
                          Kebersihan           : bersih
10)    Abdomen
·      Bentuk                               : cembung
·      Bekas luka operasi             : tidak
11)    Punggung
·      Posisi tulang belakang       : normal
12)    Ekstremitas
·      Odema                               : tidak
·      Varises                               : tidak
·      Simetris                              : ya
13)    Ano genital
·      Bentuk                               : normal
·      Ketidak normalan              : tidak ada
·      Kebersihan                         : bersih
·      Odema                               : tidak
b.    Palpasi
·      Kepala             : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
·      Mata                : tidak ada oedema, tidak ada nyeri tekan
·      Muka                                 : tidak ada nyeri tekan
·      Hidung                              : tidak ada benjolan atau nyeri tekan
·      Leher                                 : tidak ada benjolan
·      Dada                                  : tidak ada benjolan dan nyeri tekan
·      Abdomen                           : tidak ada benjolan atau nyeri tekan
·      Ekstremitas                        : tidak ada oedema
c.    Auskultasi
·      Suara nafas                        : bronkovaskuler
·      Bunyi jantung                    : lup dup
·      Bising usus                        : 25x/m
·      Teratur / tidak                    : teratur
d.   Perkusi
·      Reflek patella                    : tidak dilakukan
3.      Catatan tumbuh kembang
·      Angkat kepala                   : bisa 2 bulan
·      Tengkurap                          : bisa 5 bulan
·      Duduk                               : bisa 5 bulan
·      Merangkak                         : bisa 7 bulan
·      Gigi tumbuh pertama         : ada 6 bulan
·      Berdiri dengan bantuan     : bisa 7,5 bulan
·      Berdiri tanpa bantuan        : belum
·      Ngompol                            : ya
·      Jalan                                   : belum
·      Lari                                    : belum
4.      Pemeriksaan penunjang lain
a.       Data Imunisasi (KMS)
HB 0  : 2 jam setelah lahir      DPT combo I/P2   : 3 bulan   
DPTcombo III/P4: 7bl           BCG dan p1          : 2 bulan
DPT combo II/P3: 5 bulan     Campak: 10 bulan
b.      Reaksi setelah pemberian imunisasi
Tidak timbul reaksi alergi pada pemberian imunisasi yang lalu.

II.           IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH
Tanggal : 7 Juni 2012         Jam : 08.00 WIB
Dx         : By. “A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
Ds          : -
Do         : KU bayi baik
                 Kesadaran compos mentis
                 TTV  :      N       :  100x/menit
                                 S       :  36,70C
                                 Rr      :  40x/m
                                 BB    : 8000 gram
                                 PB     : 70 cm
                 Bayi sehat tidak sedang sakit
                 Tidak ada kontra indikasi pemberian vaksin campak
                 Usia 0 bulan      :  imunisasi HB-0
                 Usia 2 bulan      :  imunisasi BCG, polio I
                 Usia 3 bulan      :  imunisasi DPT combo I, polio II
                 Usia 5 bulan      :  imunisasi DPT combo II, polio III
                 Usia 7 bulan      :  imunisasi DPT combo III, polio IV

III.        IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Demam
IV.        IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Berikan obat antipiretik

V.           INTERVENSI
Tanggal       : 7 Juni 2012    Jam      : 08.00 WIB
Dx         : By.“A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
Tujuan   : memberikan kekebalan pada bayi terhadap penyakit campak
KH        : KU bayi baik
                 Bayi sehat
                 Penyakit campak dapat dicegah
                 TTV  :      N       :  120-160x/m
                                 S       :  36,5-37,50C
                                 Rr      :  40-60x/m
                 Tidak ada kelainan fisik
                 Usia 0 bulan      : imunisasi HB-0
                 Usia 2 bulan      : imunisasi BCG, polio I
                 Usia 3 bulan      : imunisasi DPT combo I, polio II
                 Usia 4 bulan      : imunisasi DPT combo II, polio III
                 Usia 5 bulan      : imunisasi DPT combo III, polio IV
                 Usia 9 bulan      : imunisasi campak

Intervensi:
1.         Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya.
R    : Ibu klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan memberitahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya, ibu menjadi tahu dan mengerti tentang keadaan bayinya saat ini sehingga ibu tidak khawatir tentang kesehatan bayinya.
2.         Beritahu ibu bahwa bayinya akan diimunisasi campak.
R    : Pemberitahuan sebelumnya membuat ibu tahu dan mengerti. Dengan memberitahu ibu bahwa bayinya akan diimunisasi campak menjadikan ibu mengerti bahwa bayinya telah mendapat imunisasi tersebut sehingga ibu tenang akan kekebalan bayinya.
3.         Jelaskan efek samping yang timbul setelah pemberian imunisasi campak.
R    : Efek samping yang timbul pada imunisasi campak adalah timbul demam setelah pemberian imunisasi. Dengan menjelaskan efek samping yang timbul setelah  pemberian imunisasi, ibu menjadi tidak cemas bila efek samping itu timbul sehingga ibu dapat mengambil tindakan yang tepat untuk efek samping tersebut.
4.         Siapkan alat dan atur posisi klien.
R    : Persiapan alat sebelumnya dan mengatur posisi klien dengan benar akan mempermudah pelaksanaan imunisasi. Dengan menyiapkan alat dan mengatur posisi klien dengan benar akan mempermudah proses imunisasi sehingga tidak memakan waktu yang lama.
5.         Lakukan pengecekan vaksin.
R    : Salah satu prosedur pemberian obat adalah tepat obat. Dengan melakukan   pengecekan vaksin dapat mengetahui dan menghindari adanya kesalahan dan kerusakan dalam pemberian vaksin sehingga dapat menunjang keberhasilan imunisasi.
6.         Suntikan vaksin sesuai dengan prosedur.
R    : Tindakan sesuai dengan prosedur menunjang keberhasilan tindakan. Dengan menyuntikan vaksin sesuai dengan prosedur dapat menunjang keberhasilan imunisasi sehingga bayi mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak.
7.         Berikan obat antipiretik sesuai dengan BB anak.
R    : Salah satu efek samping imunisasi campak adalah terjadinya demam. Dengan memberikan obat antipiretik sesuai dengan BB anak dapat mengurangi demam yang timbul akibat vaksinasi sehingga bayi nyaman
8.         Dokumentasikan hasil imunisasi pada KMS.
R    : Tindakan dokumentasi sangat diperlukan pada setiap tindakan yang merupakan bukti telah dilakukan tindakan. Dengan menuliskan pada KMS tanggal dan jenis imunisasi sebagai bukti pada tanggal tersebut telah dilakukan imunisasi campak sehingga tidak terjadi pengulangan pemberian imunisasi dan sebagai alat memantau perkembagan bayi.
9.         Motivasi ibu untuk melakukan kontak dengan nakes untuk mematau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun.
R    : Motivasi sangat diperlukan agar ibu selalu ingat akan pesan yang kita berikan. Dengan memotivasi ibu untuk melakukan kontak dengan nakes untuk memantau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun menjadikan ibu selalu membawa bayinya ke posyandu atau pelayanan kesehatan tiap bulannya

VI.        IMPLEMENTASI
Tanggal    : 7 Juni 2012             Jam   : 09.00 WIB
1.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan fisik bahwa bayinya sehat dan dapat diberikan imunisasi campak.
2.      Memberitahu ibu bahwa anaknya akan diimunisasi campak.
3.      Menjelaskan efek samping yang timbul setelah imunisasi campak adalah demam setelah imunisasi.
4.      Menyiapkan alat yang dibutuhkan diantaranya vaksin campak dan pelarutnya, kapas DTT, spuit 5 cc dan 1 cc serta mengatur posisi bayi, pakaian yang menutupi lengan dilepas, memegang lengan kiri bayi dengan tangan kiri sehingga tangan berada di bawah lengan anak, lingkarkan ibu jari dan jari ke lengan anak dan kulit ditegangkan.
5.      a. Melakukan pengecekan vaksin diantaranya nama vaksin, tanggal kadaluarsa.
b. Menyedot pelarut dengan spuit 5 cc.
c. Membuka kemasan vaksin dan memasukkan pelarut secara bertahap.
6.      Menyuntikan vaksin sesuai dengan prosedur.
a.    Membersihkan lengan kiri bayi dengan kapas yang dibasahi dengan air DTT.
b. Memegang semprit dengan tangan kiri.
c. Suntikkan jarum secara sub cutan dan melakukan aspirasi kemudian masukkan semua isi vaksin sampai habis dan cabut jarum dan tekan dengan kapas DTT.
d. Pasien dirapikan.
e. Alat-alat dibereskan, membuang bahan habis pakai ke tempat sampah dan merendam alat-alat ke dalam larutan klorin 0,5 %.
f.  Mencuci tangan.
7.      Memberikan obat antipiretik yaitu paracetamol sirup 3x1 sendok takar.
8.      Mendokumentasikan hasil imunisasi pada KMS tanggal dan jenis imunisasi yang telah dilakukan.
9.      Memotivasi ibu untuk melakukan kontak dengan nakes tiap bulannya ke posyandu atau pelayanan kesehatan untuk memantau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun.

VII.     EVALUASI
Tanggal  : 7 Juni 2012        Jam  : 09.00 WIB
Dx         : Bayi “ A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
S            : Ibu lega anaknya sudah mendapatkan imunisasi campak dan mengerti terhadap penjelasan yang diberikan bidan.
O           : Ibu nampak puas.
                 Bayi sudah mendapatkan imunisasi campak.
                 Bayi terdengar menangis.
                Vaksin campak telah dimasukkan di lengan kiri bayi
A           : By. “A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
P            : Motivasi ibu untuk tetap kontak dengan nakes di posyandu atau pelayanan kesehatan lain untuk memantau tumbuh kembang anak hingga 5 tahun.