LAPORAN PENDAHULUAN
IMUNISASI CAMPAK
I.
DEFINISI
a. Pengertian
dasar imunologi adalah reaksi antigen, antibody merupakan mekanisme perlawanan
tubuh terhadap penyakit kadar antibody yang meningkat dalam darah menjamin anak
terhindar dari penyakit, kadar antibody yang meningkat diperoleh dengan cara
pemberian imunisasi untuk mempertahankan kadar antibody yang meningkat
diperlukan imunisasi dalam waktu tertentu. Imunisasi merupakan cara pencegahan
yag sangat efektif mudah serta murah untuk menghindari terjangkitnya penyakit
infeksi berbahaya seseorang bayi atau anak (Depkes. RI, 2002).
b. Imunisasi
adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap
suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yag serupa tidak
akan terjadi penyakit (John, 2006).
c. Imunisasi
adalah kekebalan tubuh. Imunisasi adalah proses pembentukan system kekebalan
tubuh. Material imunisasi disebut immunogen. Immunogen adalah molekul antigen
yang dapat merangsang kekebalan tubuh. Imunisasi diberikan pada anak, dari
masih bayi sampai menjelang usia dewasa, atau sekitar usia 15 tahun.
d. Imunisasi
sangat penting sebagai penunjang kesehatan bayi dan anak. Imunisasi ada yang
berbentuk serum yang disuntikkan pada bagian tubuh (biasanya bagian lengan atau
bokong), dan ada juga yang berbentuk cairan yang diteteskan di mulut. Imunisasi
pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris. Pertama
kali dibuat dalam bentuk suntikkan yang digunakan untuk kekebalan tubuh. Saat
itu Jenner termotivasi adanya penyebaran virus cacar yang mematikan di Inggris
(Abraham, 2008).
II. TUJUAN
IMUNISASI
Untuk
mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit
tertentu pada sekelompok masyarakat atau bahan menghilangkan penyakit tertentu
di dunia.
(Marimbi
hanum, 2008)
III. DEFINISI
CAMPAK
a. Campak
adalah infeksi akut dan menular.
b. Campak/rubella
adalah suatu infeksi/virus yang sangat menular yang ditandai dengan demam,
batuk, konjungtivis dan ruam kulit.
(Marimbi hanum, 2008)
IV. ETIOLOGI
CAMPAK
a. Campak
disebabkan oleh virus RNA dari paramixo viridae, genus morbili virus. Selama
masa prodermal dan selama waktu singkat sesudah ruam popok. Virus ditemukan
dalam sekresi nasofaring, darah dan urin. Virus dapat aktif sekurang-kurangnya
34 jam dalam suhu kamar.
b. Penyebaran
virus maksimal adalah melalui percikan ludah (droplet) dari mulut selama masa
prodromal (stadium katral) penularan terhadap penderita rentan sering terjadi
sebelum diagnosis kasus aslinya. Orang yang terinfeksi menjadi menular pada
hari ke 9-10 sesudah pemajanan pada keadaan ini dapat menularkan hari ke 7.
(mansjoer, Arif. 2003)
V. PATOLOGIS
CAMPAK
Lesi
campak dapat di kulit, membrane mukosa nasofaring, bronkus dan saluran cerna
dan pada konjungtiva. Eksudat serosa dan proliferasi sel mononuclear dan
bebrapa sel polimortonuklear terjadi sekitar kapiler, ada hiperplasi limfonods,
terutama pada apendiks. Pada kulit, reaksi terutama menonjol sekitar kelenjar
sebasea dan folikel rambut. Bercak koplik pada mukosa bukal pipi berhadapan
dengan molar II terdiri dari eksudat serosa dan proliferasi sel endotel serupa
dengan bercak koplik pada lesi kulit.
Masa
inkubasi 10-20 hari dan kemudian timbul gejala yang dibagi dalam 3 stadium
yaitu:
a. Stadium
katral (prodormal)
Stadium ini berlangsung selama 4-5
hari disertai gambaran klinis seperti demam, malaise, batuk, otopobia
konjungtivis, dan coryza menjelang akhir dari stadium katral dan 24 jam sebelum
timbul anantem, terdapat bercak koplik berwarna putih kelabu sebesar ujung
jarum dan dikelilingi oleh eritema lokasinya di mukosa bukal yang berhadapan
dengan molar bawah. Gambaran darah tepi leukopeni dan limfositosis.
b. Stadium
erupsi
Coryza dan bentuk bertambah timbul
enantem atau titik merah di palatum durum dan palatum mole kadang terlihat
bercak koplik terjadi eritema bentuk makulopapular disertai naiknya suhu badan.
Diantara macula terhadap kulit yang normal mula-mula eritema timbul di belakang
telinga, bagian atas lateral tengkuk sepanjang rambut dan bagian belakang bawah
kadang terdapat perdarahan ringan pada kulit. Rasa gatal, muka bengkak ruam
mencapai anggota bawah pada hari ke 3 dan menghilang sesuai urutan terjadinya.
Terjadinya pembesaran kelenjar getah bening eksudat mandibula dan di daerah
leher belakang, tidak jarang disertai diare.
c. Stadium
konvalensi
Erupsi berkurang menimbulkan bekas
yang berwarna lebih tua atau hiperpigmentasi (gejala patogonomik) yang lama
kelamaan akan menghilang sendiri, selain itu ditemukan pula kelainan kulit
bersisik. Hiperpigmantasi ini merupakan gejala patogonomik untuk morbili pada
penyakit. Penyakit lain dengan eritema atau eksantema ruam kulit menghilang
tanpa hiperpigmentasi, suhu menurun sampai normal kecuali bila ada komplikasi.
(Marimbi, Hanum. 2010)
VI. IMUNISASI
CAMPAK
a. Definisi
Imunisasi campak adalah proses
memasukkan bibit penyakit campak yang telah dilemahkan untuk meningkatkan
kekebalan tubuh terhadap penyakit campak.
b. Vaksin
campak
Vaksin ini mengandung virus campak
suku “CAM 70” yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan, ditumbuhkan dalam
biakan jaringan janin ayam kemudian dibekukan dan dikeringkan. Setiap dosis
vaksin yang sudah dilarutkan mengandung virus campak tidak kurang dari 1000 cc
dan kanamisin sulfat tidak lebih dari 100 mg dan eritomisin lebih dari 30 mg.
c. Dosis
dan cara imunisasi
Untuk melindungi anak sedini
mungkin terhadap penyakit vaksin ini mulai diberikan pada usia 9 bulan sebanyak
0,5 ml secara sub cutan pada lengan bagian atas setelah dilarutkan dengan
pelarut.
d. Efek
samping
Bias timbul efek samping: diare,
konjungtivis, gejala kataral walaupun jarang terjadi bisa timbul ensefalitis
dan enselopati.
e. Kontra
indikasi
1. Anak
dengan infeksi akut yang disertai demam.
2. Anak
dengan defisiensi imunologik.
3. Anak
dengan pengobatan intensif yang bersifat imunosupresif.
4. Anak
yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap protein telur, kanamisin,
eritromisin.
5. Wanita
hamil.
f. Perhatian
khusus
1. Vaksin
hanya boleh disuntikkan secara sub cutan tidak boleh diberikan secara IV.
2. Vaksin
dilarutkan dengan pelarut khusus sebanyak 5 ml pada setiap botol 10 dosis.
3. Bila
vaksin sudah dilarutkan, vaksin harus terlindungi dari sinar matahari dan hanya
tahan sampai 8 jam pada suhu 2-8 0C.
4. Bila
anak sudah diberikan imunoglobin/tranfusi darah maka imunisasi harus
ditangguhkan paling sedikit 3 bulan.
5. Vaksin
disimpan dalam lemari es pada suhu 2-8 0C, lebih baik pada suhu – 200C
dan terhindar dari sinar matahari pelarutnya disimpan di tempat sejuk.
(Depkes
RI. 2006)
g.
Penanganan
1. Pemberian
antibiotic dan penurun panas
2. Penyuluhan
imunisasi pada ibu
(Depkes
RI. 2006)
DAFTAR PUSTAKA
·
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid II.
Jakarta: Media Aesculapius.
·
Sudarti, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Anak Balita. Yogyakarta: Nuha
Medika.
·
Marimbi, Hanum. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi
Dasar pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika
AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA WIYATA KEDIRI
· Ijin DEPKES RI
No. HK. 03.2.4.1.03896
· Ijin DIKTI No.
194/D/O/2007
· Akreditasi B
JL.
SEMERU VI 18 KEDIRI – TELP. (0354) 776638, (0354) 7090908
FORMAT
IMUNISASI
NAMA MAHASISWA : Nur Mariani
Rohmatin
NIM :
10.010
SEMESTER :
IV (Empat)
Tanggal masuk RS/RB/BPS/Posyandu : 7 – 6 – 2012
Jam :
08.00 WIB
Tanggal Pengkajian : 7 – 6
– 2012
Jam :
08.00 WIB
Nomor registrasi pasien : -
Nomor tempat tidur : -
Diagnosa masuk :By
A sudah waktunya imunisasi campak
I.
PENGKAJIAN
A. Data
Subyektif
1. Identitas
(Biodata)
Nama Pasien : An. “A” Nama
Orang Tua : Ny.”S”
Umur : 10 bulan Umur : 25th
Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Ind
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : - Pendidikan : SMP
Alamat Rumah : ds. Tunjung 3/2 Pekerjaan : IRT
Penghasilan : -
Alamat
Kantor : -
Alamat
Rumah :ds.
Tunjung
3/2
2. Keluhan
Utama
-
3. Alasan
Kunjungan Saat Ini
AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA WIYATA KEDIRI
|
|
Kunjungan Ulang
4. Pola
Makan dan Minum
Makan : 3x sehari porsi sedang (nasi,
lauk, sayur)
Minum : ± 8 gelas
5. Pola
Aktivitas Sehari-hari
Istirahat : 2 jam siang hari bermain dengan ibu
Tidur : 2
jam tidur siang, 8 jam tidur malam
6. Pola
Eliminasi
BAB : 1x
sehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan
BAK : ±
5x sehari kuning jernih, bau khas
7. Riwayat
Penyakit yang Sedang Diderita: Tidak sedang menderita sakit
8. Riwayat
Penyakit yang Lalu: Tidak ada riw. penyakit kronis
9. Riwayat
Penyakit Keturunan: Tidak ada riw. penyakit keturunan(DM, jantung, hipertensi)
10. Riwayat
Antenatal :
-
Keluhan ibu selama hamil : mual, muntah,
nyeri pinggang
-
ANC : 7x (TM I 2x, TM II 2x, TM III 3x)
di bidan
-
TT : 4x (sebelum menikah , hamil I: 2x,
hamil II 1x)
11. Riwayat
persalinan
UK
: 39 mgg, jenis persalinan : normal, bayi lahir tanggal 2 – 8 - 2011 jam 20.10
WIB/ tunggal, keadaan bayi baik (menangis kuat, gerakan aktif, kulit
kemerahan), ditolong oleh bidan, penyakit persalinan : tidak ada. IMD 1 jam,
ketuban : jernih
12. Riwayat
Neonatus
Kondisi
bayi sehat, warna kulit kemerahan, BB: 2800 gram, PB: 50 cm, Lika : 32 cm, lida
: 36 cm, lika : 10 cmbayi normal tidak ada komplikasi
13. Keadaan
psikologi
· Hubungan
anak dengan keluarga : baik, ibu memberikan ASI pada bayinya
· Hubungan
anak dengan masyarakat : baik, banyak tetangga yang menyapa saat di
posyandu.
B. Data
Obyektif
1.
Pemeriksaan Umum
a. Keadaan
umum : baik
b. Kesadaran : composmentis
c. Tinggi
badan : 70 cm
d. Berat
badan sekarang : 8 kg
e. Lingkar
kepala : 46,5 cm
f. Lingkar
lengan atas : 11 cm
g. Lingkar
dada : 42 cm
2.
Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
1)
Kepala : warna rambut hitam , benjolan tidak
Rontok : tidak ada , ketombe tidak ada
2)
Muka Bentuk :
normal
Sindroma down : tidak
3)
Mata : Kelopak mata : tidak oedema
Konjungtiva : merah muda
Sclera : putih keabu-abuan
4)
Hidung : Simetris : ya, Sekret : tidak, Polip : tidak
5)
Mulut dan Gigi : Lidah : bersih
Gusi : tidak epulis
Gigi : tidak karies
6)
Telinga : Seruman :
tidak
7)
Leher : normal
8)
Axilla : pembesaran kelenjar limfe : tidak
9)
Dada
Payudara : Pembesaran : tidak
Simetris : ya
Papilla
Mammae : menonjol,
areloa mamae : hiperpigmentasi
Benjolan/tumor : tidak
Pengeluaran : tidak
Strie : tidak
Kebersihan : bersih
10) Abdomen
· Bentuk : cembung
· Bekas
luka operasi : tidak
11) Punggung
· Posisi
tulang belakang : normal
12) Ekstremitas
· Odema : tidak
· Varises : tidak
· Simetris : ya
13) Ano
genital
· Bentuk : normal
· Ketidak
normalan : tidak ada
· Kebersihan : bersih
· Odema : tidak
b. Palpasi
· Kepala : tidak ada benjolan, tidak ada
nyeri tekan
· Mata
: tidak ada oedema, tidak
ada nyeri tekan
· Muka : tidak ada nyeri tekan
· Hidung : tidak ada benjolan atau nyeri tekan
· Leher : tidak ada benjolan
· Dada : tidak ada benjolan dan nyeri tekan
· Abdomen : tidak ada benjolan atau nyeri tekan
· Ekstremitas : tidak ada oedema
c. Auskultasi
· Suara
nafas : bronkovaskuler
· Bunyi
jantung : lup dup
· Bising
usus : 25x/m
· Teratur
/ tidak : teratur
d. Perkusi
· Reflek
patella : tidak dilakukan
3.
Catatan tumbuh kembang
· Angkat
kepala : bisa 2 bulan
· Tengkurap : bisa 5 bulan
· Duduk : bisa 5 bulan
· Merangkak : bisa 7 bulan
· Gigi
tumbuh pertama : ada 6 bulan
· Berdiri
dengan bantuan : bisa 7,5 bulan
· Berdiri
tanpa bantuan : belum
· Ngompol : ya
· Jalan : belum
· Lari : belum
4.
Pemeriksaan penunjang lain
a. Data
Imunisasi (KMS)
HB 0 : 2 jam setelah lahir DPT combo I/P2 : 3 bulan
DPTcombo III/P4:
7bl BCG
dan p1 : 2 bulan
DPT combo II/P3:
5 bulan Campak: 10 bulan
b. Reaksi
setelah pemberian imunisasi
Tidak
timbul reaksi alergi pada pemberian imunisasi yang lalu.
II.
IDENTIFIKASI
DIAGNOSA/MASALAH
Tanggal
: 7 Juni 2012 Jam : 08.00 WIB
Dx : By.
“A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
Ds : -
Do : KU
bayi baik
Kesadaran compos mentis
TTV : N : 100x/menit
S : 36,70C
Rr : 40x/m
BB : 8000 gram
PB : 70 cm
Bayi sehat tidak sedang sakit
Tidak ada kontra indikasi
pemberian vaksin campak
Usia 0 bulan : imunisasi
HB-0
Usia 2 bulan : imunisasi
BCG, polio I
Usia 3 bulan : imunisasi
DPT combo I, polio II
Usia 5 bulan : imunisasi
DPT combo II, polio III
Usia 7 bulan : imunisasi
DPT combo III, polio IV
III.
IDENTIFIKASI
DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Demam
IV.
IDENTIFIKASI
KEBUTUHAN SEGERA
Berikan
obat antipiretik
V.
INTERVENSI
Tanggal : 7 Juni 2012 Jam : 08.00 WIB
Dx : By.“A”
usia 10 bulan dengan imunisasi campak
Tujuan : memberikan
kekebalan pada bayi terhadap penyakit campak
KH : KU
bayi baik
Bayi sehat
Penyakit campak dapat dicegah
TTV : N : 120-160x/m
S : 36,5-37,50C
Rr : 40-60x/m
Tidak ada kelainan fisik
Usia 0 bulan : imunisasi HB-0
Usia 2 bulan : imunisasi BCG, polio I
Usia 3 bulan : imunisasi DPT combo I, polio II
Usia 4 bulan : imunisasi DPT combo II, polio III
Usia 5 bulan : imunisasi DPT combo III, polio IV
Usia 9 bulan : imunisasi campak
Intervensi:
1.
Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik
bayinya.
R : Ibu
klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan
memberitahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya, ibu menjadi tahu dan mengerti
tentang keadaan bayinya saat ini sehingga ibu tidak khawatir tentang kesehatan
bayinya.
2.
Beritahu ibu bahwa bayinya akan
diimunisasi campak.
R : Pemberitahuan
sebelumnya membuat ibu tahu dan mengerti. Dengan memberitahu ibu bahwa bayinya
akan diimunisasi campak menjadikan ibu mengerti bahwa bayinya telah mendapat
imunisasi tersebut sehingga ibu tenang akan kekebalan bayinya.
3.
Jelaskan efek samping yang timbul
setelah pemberian imunisasi campak.
R : Efek
samping yang timbul pada imunisasi campak adalah timbul demam setelah pemberian
imunisasi. Dengan menjelaskan efek samping yang timbul setelah pemberian imunisasi, ibu menjadi tidak cemas
bila efek samping itu timbul sehingga ibu dapat mengambil tindakan yang tepat
untuk efek samping tersebut.
4.
Siapkan alat dan atur posisi klien.
R : Persiapan alat sebelumnya dan mengatur
posisi klien dengan benar akan mempermudah pelaksanaan imunisasi. Dengan
menyiapkan alat dan mengatur posisi klien dengan benar akan mempermudah proses
imunisasi sehingga tidak memakan waktu yang lama.
5.
Lakukan pengecekan vaksin.
R : Salah satu prosedur pemberian obat adalah
tepat obat. Dengan melakukan pengecekan
vaksin dapat mengetahui dan menghindari adanya kesalahan dan kerusakan dalam
pemberian vaksin sehingga dapat menunjang keberhasilan imunisasi.
6.
Suntikan vaksin sesuai dengan prosedur.
R : Tindakan sesuai dengan prosedur menunjang
keberhasilan tindakan. Dengan menyuntikan vaksin sesuai dengan prosedur dapat
menunjang keberhasilan imunisasi sehingga bayi mendapatkan kekebalan terhadap
penyakit campak.
7.
Berikan obat antipiretik sesuai dengan
BB anak.
R : Salah satu efek samping imunisasi campak
adalah terjadinya demam. Dengan memberikan obat antipiretik sesuai dengan BB
anak dapat mengurangi demam yang timbul akibat vaksinasi sehingga bayi nyaman
8.
Dokumentasikan hasil imunisasi pada KMS.
R : Tindakan
dokumentasi sangat diperlukan pada setiap tindakan yang merupakan bukti telah
dilakukan tindakan. Dengan menuliskan pada KMS tanggal dan jenis imunisasi
sebagai bukti pada tanggal tersebut telah dilakukan imunisasi campak sehingga
tidak terjadi pengulangan pemberian imunisasi dan sebagai alat memantau
perkembagan bayi.
9.
Motivasi ibu untuk melakukan kontak
dengan nakes untuk mematau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun.
R : Motivasi sangat diperlukan agar ibu selalu
ingat akan pesan yang kita berikan. Dengan memotivasi ibu untuk melakukan
kontak dengan nakes untuk memantau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun
menjadikan ibu selalu membawa bayinya ke posyandu atau pelayanan kesehatan tiap
bulannya
VI.
IMPLEMENTASI
Tanggal : 7 Juni 2012 Jam : 09.00 WIB
1. Memberitahu
ibu hasil pemeriksaan fisik bahwa bayinya sehat dan dapat diberikan imunisasi
campak.
2. Memberitahu
ibu bahwa anaknya akan diimunisasi campak.
3. Menjelaskan
efek samping yang timbul setelah imunisasi campak adalah demam setelah
imunisasi.
4. Menyiapkan
alat yang dibutuhkan diantaranya vaksin campak dan pelarutnya, kapas DTT, spuit
5 cc dan 1 cc serta mengatur posisi bayi, pakaian yang menutupi lengan dilepas,
memegang lengan kiri bayi dengan tangan kiri sehingga tangan berada di bawah
lengan anak, lingkarkan ibu jari dan jari ke lengan anak dan kulit ditegangkan.
5. a.
Melakukan pengecekan vaksin diantaranya nama vaksin, tanggal kadaluarsa.
b. Menyedot pelarut dengan spuit 5 cc.
c. Membuka kemasan vaksin dan memasukkan pelarut
secara bertahap.
6. Menyuntikan
vaksin sesuai dengan prosedur.
a. Membersihkan
lengan kiri bayi dengan kapas yang dibasahi dengan air DTT.
b. Memegang
semprit dengan tangan kiri.
c. Suntikkan
jarum secara sub cutan dan melakukan aspirasi kemudian masukkan semua isi
vaksin sampai habis dan cabut jarum dan tekan dengan kapas DTT.
d. Pasien
dirapikan.
e. Alat-alat
dibereskan, membuang bahan habis pakai ke tempat sampah dan merendam alat-alat
ke dalam larutan klorin 0,5 %.
f. Mencuci
tangan.
7. Memberikan
obat antipiretik yaitu paracetamol sirup 3x1 sendok takar.
8. Mendokumentasikan
hasil imunisasi pada KMS tanggal dan jenis imunisasi yang telah dilakukan.
9. Memotivasi
ibu untuk melakukan kontak dengan nakes tiap bulannya ke posyandu atau
pelayanan kesehatan untuk memantau perkembangan bayinya hingga usia 5 tahun.
VII.
EVALUASI
Tanggal : 7 Juni 2012 Jam : 09.00 WIB
Dx : Bayi
“ A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
S : Ibu
lega anaknya sudah mendapatkan imunisasi campak dan mengerti terhadap
penjelasan yang diberikan bidan.
O : Ibu
nampak puas.
Bayi sudah mendapatkan
imunisasi campak.
Bayi terdengar menangis.
Vaksin campak telah dimasukkan di lengan kiri bayi
A : By.
“A” usia 10 bulan dengan imunisasi campak
P : Motivasi
ibu untuk tetap kontak dengan nakes di posyandu atau pelayanan kesehatan lain
untuk memantau tumbuh kembang anak hingga 5 tahun.