LAPORAN PENDAHULUAN
ABORTUS
IMMINEN
A. PENGERTIAN
·
Abortus adalah
peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu,
di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi
serviks. (Wiknjosastro, 2005:305)
·
Abortus adalah
berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat”tertentu”)pada atau sebelum kehamilan
tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar
kandungan. (Saifuddin, .2007:145)
·
Abortus adalah
berakhirnya ssuatu kehamilan, bisa terdapat gejala kehamilan dini. Kram ringan
dengan perdarahan. Serviks panjang dan tertutup. Uterus sesuai dengan usia
kehamilan, secara kasar 50% memburuk menjadi abortus insipiens. (Graber,
2006:368)
·
Abortus adalah
berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum
kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buih kehamilan belum mampu hidup di
luar kandungan. (Kusmiyati, 2009:149)
·
Abortus adalah usaha
mengakhiri kehamilan dengan mengeluarkan hasil pembuahan secara paksa sebelum
janin mampu bertahan hidup , jika dilahirkan. (Varney. 2007:604)
B. ETIOLOGI
Insiden,
15% sampai 25% dari kehamilan yang dikenali secara klinis, mungkin mendekati
50% dari semua konsepsi. (Graber, 2006:368)
Penyebab
abortus merupakan gabungan dari beberapa faktor .Umumnya abortus didahului oleh
kematian janin.
Faktor-faktor yang yang
dapat menyebabkan terjadinya abortus adalah:
1.
Faktor Janin
Kelainan yang sering
dijumpai pada abortus adalah kelainan perkembangan zigot , embrio, janin atau
plasenta. Kelainan tersebut biasanya menyebabkan abortus pada trimester
pertama, yakni:
a.
Kelainan telur,telur
kosong (blighted ovum),kerusakan embrio,atau kerusakan
kromosom(monosomi,trisomi,atau poliploidi)
b.
Embrio dengan kelainan
lokal
c.
Abnormalitas
pembentukan plasenta (hiplopasi trofoblas)
(Cunningham, 2005:952)
Produk konsepsi yang abnormal menjadi
penyebab terbanyak dari abortus spontan. Paling sedikit 10% hasil konsepsi
manusia mempunyai kelainan kromosom dan sebagian besar akan gugur. (Benson,
2008:297)
2.
Faktor Maternal
a.
Infeksi
Infeksi maternal dapat
membawa dapat membawa resiko bagi janin yang sedang berkembang , terutama pada
akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Tidak diketauhi penyebab
kematian janin secara pasti, apakah janin yang menjadi terinfeksi ataukah toksin
yang dihasilkan oleh mikroorganisme penyebabnya.Penyakit-penyakit yang dapat
menyebabkan abortus:
b.
Virus
Misalnya rubella, sitomegalo virus, virus herpes simpleks, varicella zoster, vaccinia, campak, hepatitis, polio,dan
ensefalomeilitis.
c.
Bakteri- misalnya
Salmonella typi.
d.
Parasit- misalnya
Toxoplasma gondii, plasmodium.
e.
Penyakit
vaskular-misalnya hipertensi vaskular
f.
Penyakit endrokin
Abortus spontan dapat
terjadi bila produksi progesteron tidak mencukupi atau pada penyakit disfungsi
tiroid:defisiensi insulin.
g.
Faktor Imunologis
Ketidakcocokan
(Inkompatibilitas) sistem HLA (Human Leukocyte Antigen)
h.
Trauma
Kasusnya jarang
terjadi, umumnya abortus terjadi segera setelah trauma tersebut, misalnya
trauma akibat pembedahan:
· Pengangkatan
Ovarium yang mengandung korpus luteum gravidatum sebelum minggu ke-8
· Pembedahan
intraabdominal dan operasi pada uterus pada saat hamil.
i.
Kelainan Uterus
Hipoplasia uterus ,
mioma(terutama mioma submukosa),serviks inkompeten atau retroflexio uteri
gravidi incarcerata.
j.
Faktor psikosomatik
_pengaruh dari faktor ini masih dipertanyakan.
(Benson, 2008:298)
3.
Faktor Eksternal
a.
Radiasi
Dosis
1-10 rad bagi janin pada usia 9 minggu pertama dapat merusak janin dan dosis
yang lebih tinggi dapat menyebabkan keguguran.
b.
Obat-obatan
Antagonis
asam folat,antikoagulan,dan lain-lain.Sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan
sebelum kehamilan 16 minggu, kecuali telah di buktikan bahwa obat tersebut
tidak membahyakan janin ,atau untuk pengobatan penyakit ibu yang parah.
c.
Bahan-bahan kimia
lainnya, seperti bahan yang mengandung arsen dan benzen.
(Wiknjosastro,
2007:303)
C. KLASIFIKASI
1.
Berdasarkan Terjadinya
a.
Abortus spontan
Keluarnya hasil konsepsi tanpa intervensi
medis maupun mekanis
b.
Abortus buatan
Sengaja dilakukan sehingga kehamilan dapat
di akhiri
(Wiknjosastro, 2008)
2.
Berdasarkan
pelaksanaanya:
a.
Abortus provokatus
artificialis atau Abortus therapeuticus
Indikasi abortus untuk kepentingan ibu,
misalnya :penyakit jantung,hipertensi esensial, dan karsinoma serviks.
Keputusan ini ditentukan oleh tim ahli yang terdiri dari dokter ahli kebidanan
, penyakit dalam psikistri atau psikolog.
b.
Abortus buatan kriminal
Pengguguran kehamilan tanpa alasan medis
yang sah atau oleh orang yang tidak berwenang dan dilarang oleh hukum atau di
lakukan oleh yang tidak berwenang.
c.
Unsafe Abortion
Upaya
untuk terminasi kehamilan muda dimana pelaksana tindakan tersebut tidak
mempunyai cukup keahlian dan prosedur standar yang aman sehingga dapat
membahayakan keselamatan jiwa pasien.
(Wiknjosastro, 2008)
3.
Berdasarkan gambaran
klinisnya:
a.
Abortus Imminens
Terjadinya perdarahan dari uterus pada
kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan
tanpa adanya dilatasi serviks.
b.
Abortus insipiens
Abortus yang sedang berlangsung dengan
ostium sudah terbuka dan ketuban yang teraba.
c.
Abortus completus
Seluruh hasil konsepsi di keluarkan
(desidua dan uterus), sehingga rongga rahim kosong.
d.
Abortus Incompletus
Hanya sebagian dari
hasil konsepsi yang di keluarkan , yang
tertinggal adalah desidua atau plasenta.
e.
Abortus servikalis
Keluarnya hasil
konsepsi dari uterus dihalangi oleh ostium eksternum yang tak terbuka sehingga
semuanya berkumpul dalam kanalis servikalis.
f.
Abortus Habitualis
Abortus spontan yang
terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut.
g.
Abortus Infeksiasus,
abortus septik
Abortus infeksiasus
adalah abortus yang disertai infeksi pada genetalia, sedangkan abortus septik
adalah abortus infeksiasus berat disertai penyebaran kuman atau toksin ke dalam
peredaran darah atau peritoneum.
h.
Missed Abortion
Kematian janin berusia
sebelum 20 minggu , tetapi janin mati itu tidak dikeluarkan selama 8 minggu
atau lebih.
(Wiknjosastro, 2007:305-308)
D. FAKTOR PRESDIPOSISI
Alasan
utama terjadinya keguguran pada awal kehamilan ialah kelainan genetik,yang
mencapai 75 hingga 90% total keguguran.Alasan lain terjadinya adalah kadar
progesteron yang tidak normal, kelainan pada kelenjar tiroid , diabetes yang
tidak terkontrol, kelainan pada rahim ,infeksi dan penyakit autonium.
(Varney, 2007:604)
E. TANDA DAN GEJALA
1.
Abortus Imminens
a.
Kram perut bagian bawah
b.
Perdarahan sedikit dari
jalan lahir
c.
Fleksus ada(sedikit)
d.
Ostium uteri tertutup
e.
Ukuran uterus sesuai
dengan usia kehamilan
f.
Uterus Lunak
2.
Abortus Insipiens
a.
Disertai
nyeri/kontraksi rahim
b.
Pendarahan dari jalan
lahir
c.
Perdarahan sedang
hingga banyak
d.
Ostium Uteri terbuka
e.
Ukuran uterus sesuai
dengan usia kehamilan
f.
Buah kehamilan masih
dalam rahim, belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi
g.
Ketuban utuh(menonjol)
3.
Abortus Incomplitus
a.
Kram perut bagian bawah
b.
Pendarahan banyak dari
jalan lahir
c.
Pendarahan sedang
hingga banyak
d.
Ostium uteri terbuka
e.
Ukuran uterus sesuai
dengan usia kehamilan
4.
Abortus Komplitus
a.
Nyeri perut bagian
bawah sedikit atau tidak ada
b.
Perdarahan dari jalan
lahir sedikit
c.
Perdarahan bercak
sedikit hingga sedang
d.
Teraba sisa jaringan
buah kehamilan
e.
Ostium uteri tertutup ,
bila ostium terbuka teraba rongga uterus kosong
f.
Ukuran uterus sesuai
dengan usia kehamilan
5.
Missed Abortion
a.
Buah dada mengecil
b.
Tanpa nyeri
c.
Pendarahan bisa ada
atau tidak
d.
Hilangnya tanda
kehamilan
e.
Tidak ada bunyi jantung
janin
f.
Berat badan menurun
g.
Fundus uteri lebih
kecil dari umur kehamilan
(Kusmiyati,
2009:150-152)
F. PATOFISIOLOGI
Pada
awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis, diikuti dengan nerkrosis
jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda
asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing
tersebut.
Pada
kehamilan kurang dari 8 minggu, villi korialis belum menembus desidua secara
dalam jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya (Wiknjosastro,
2007:303-305).
Pada
kehamilan 8 sampai 14 minggu, penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta
tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan (Wiknjosastro,
2007:303-305). Mekanisme diatas juga terjadi atau diawali dengan pecahnya
selaput ketuban lebih dulu dan diikuti dengan pengeluaran janin yang cacat
namun plasenta masih tertinggal dalam cavum uteri.
Plasenta
mungkin sudah berada dalam kanalis servikalis atau masih melekat pada dinding
cavum uteri. Jenis ini sering menyebabkan perdarahan pervaginam yang banyak.
(Widjanarko, 2009).
Pada
kehamilan lebih dari 14 minggu janin dikeluarkan terlebih dahulu daripada
plasenta hasil konsepsi keluar dalam bentuk seperti kantong kosong amnion atau
benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blightes ovum),janin lahir mati, janin
masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus
(Wiknjosastro, 2007:303-305). Janin biasanya sudah dikeluarkan dan diikuti
dengan keluarnya plasenta beberapa saat kemudian. Kadang-kadang plasenta masih
tertinggal dalam uterus sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterus dan
terjadi perdarahan pervaginam yang banyak. Perdarahan umumnya tidak terlalu
banyak namun rasa nyeri lebih menonjol (Widjanarko, 2009).
G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
ABORTUS IMMINENS
·
Hasil USG Menunjukkan:
1.
Buah kehamilan masih
utuh,ada tanda kehidupan janin.
2.
Meragukan
3.
Buah kehamilan tidak
baik, janin mati.
(Kusmiyati, 2009:150)
4.
Tes kehamilan positif
jika janin masih hidup dan negatif bila janin sudah mati
5.
pemeriksaan Dopler atau
USG untuk menentukan apakah janin masih hidup
6.
pemeriksaan fibrinogen
dalam darah pada missed abortion
·
Data laboratorium:
1. Tes
urine
2. hemoglobin
dan hematokrit
3. menghitung
trombosit
4. kultur
darah dan urine
·
Pemeriksaan ginekologi
:
1.
Inspeksi Vulva : perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan hasil konsepsi,
tercium bau busuk dari vulva
2. Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri,
osteum uteri terbuka atau sudahtertutup, ada atau tidak jaringan keluar dari
ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
3.
Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak
jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia
kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa,
cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. (Ratihrochmat, 2009)
H. PENATALAKSANAAN ABORTUS
IMMINENS
·
Istirahat – baring.
Tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan, karena cara ini
menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsangan
mekanik.
·
Anjurkan Untuk tidak
melakukan aktivitas fisik secara berlebihan atau melakukan hubungan seksual.
·
Bila perdarahan:
ü Berhenti:
Lakukan asuhan antenatal terjadual dan penilaian ulang bila terjadi perdarahan
lagi.
ü Terus
Berlangsung: Nilai kondisi janin (uji kehamilan / USG).Lakukan konfirmasi
kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik atau mola hidatitosa)
ü Pada
fasilitas kesehatan dengan sarana terbatas , pemantauan hanya dilakukan melalui
gejala klinik dan hasil pemeriksaan ginekologik.
(Saifuddin, 2007:149)
·
Terapi
defesiensi hormon pada abortus iminen
|
Jenis
hormon
|
Dosis
awal
|
Dosis
pemeliharaan
|
|
Ditrogesteron
|
40mg
per oral
|
10mg
setiap 8 jam
|
|
Alilesterenol
|
20mg
per oral
|
5mg
setiap 8 jam
|
|
Hidroksiprogesteron
kaproag
|
500
mg intramuskuler
|
250mg
setiap 12 jam,bila
ada
perbaikan, lanjutkan dengan 250mg perhari hingga 7 hari setelah perdarah
berhenti.
|
·
Asam
mefenamat
Digunakan
sebagai anti prostaklandin dan penghilang nyeri tetapi efektifitasnya dalam
mengatasi ancaman abortus, belum dapat dikatakan memuaskan.
· Penenang
penobarbital 3x30 gram valium
· Anti
pendarahan: Adona ,Transami
· Vit
B Komplek
· Hormon
progesteron
· Penguat
plasenta: gestanom,dhopaston
· Anti
kontraksi Rahim:Duadilan,papaverin
I. KOMPLIKASI
1.
Perdarahan
2.
Perforasi
3.
Infeksi
4.
Syok
a.
perdarahan yang banyak
disebut syok nemoragik
b. infeksi berat atau sepsis disebut
syok septic atau endoseptik
(Wiknjosastro, 2007:311-312)
I.
DIAGNOSA
ABORTUS IMMINENS
Diagnosis
abortus imminens ditentukan karena pada
wanita hamil terjadi melalui ostium uteri eksternum, disertai mules sedikit
atau tidak sama sekali, uterus membesar sebesar tuannya kehamilan ,serviks
belum membuka, dan tes kehamilan positif. Pada beberapa wanita hamil dapat
terjadi perdarahan sedikit pada saat haid yang semestinya datang jika tidak
terjadi pembuahan.Hal ini disebabkan oleh penembusan vili koriales ke dalam
desidua, pada saat implantasi ovum. Perdarahan implantasi biasannya sedikit,
warnanya merah, dan cepat berhenti, tidak disertai mules-mules. (Wiknjosastro,
2007:305)
J.
PROGNOSA
Prognosis keberhasilan
kehamilan tergantung dari etiologi aborsi spontan sebelumnya.
a.
Perbaikan endokrin yang
abnormal pada wanita dengan abortus yang rekuren mempunyai prognosis yang baik
sekitar >90 %
b.
Pada wanita keguguran
dengan etiologi yang tidak diketahui, kemungkinan keberhasilan kehamilan
sekitar 40-80 %
c.
Sekitar 77 % angka
kelahiran hidup setelah pemeriksaan aktivitas jantung janin pada
d.
kehamilan 5 sampai 6
minggu pada wanita dengan 2 atau lebih aborsi spontan yang tidak jelas.
Prognosis untuk
kelanjut kehamilan menjadi buruk , jika seorang wanita mengalami kombinasi
perdarahan dan nyeri. Untuk menentukan sumber perdarahan dan memulai terapi,
jika memang diperlukan kehamilan perlu dievaluasi dengan melakukan pemeriksaan
fisik, serum B-Hcg dan progesteron, serta ultrasonografi. (Varney, 2006:605)
Macam dan lmanya
perdarahan menentukan prognosis kelangsungan kehamilan.Prognosis menjadi kurang
baik bila perdarahan berlangsung lama, mules-mules yang disertai pendataran
serta pembukaan serviks.
(Wiknjosastro, 2007:306)
POHON
MASALAH
|
|||
![]() |
|||
|
|
|
|
|||||
|
|||||
Abortus
completus Sebagian
tertinggal dipertahankan/tanpa
ada
|
|
Masalah
resiko
|
AKADEMI
KEBIDANAN MEDIKA WIYATA KEDIRI
DAFTAR
PUSTAKA
·
Kusmiati,Yuni,dkk.2009.Perawatan
Ibu Hamil.Yogyakarta:Fitramaya
·
Saifudin,Abdul
Bari.2007.Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:YBP SP
·
Sastrawinata,Sulaiman,dkk.2005.Obstetri
Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi Edisi 2.Jakarta:EGC
·
Varney,Helen.2006.Buku
Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Vol 1.Jakarta:EGC
·
Wiknjosastro,Hanifa.2005.Ilmu
Kandungan.Jakarta:YBP SP
·
Yulianti,Devi.2006.Manajemen
Komplikasi Kehamilan dan Persalinan.Jakarta:EGC
·
Printed by opique,
dapat diakses via http://www.rofiqahmad.wordpress.com
·
file:///D:/abortus/askep%20abortus%20iminens%20%C2%AB%20Bared18%27s%20Weblog.htm
·
file:///D:/abortus/Bidan%20HETTY%20ASTRI.htm
·
Ijin DEPKES RI No. HK.
03.2.4.1.03896
Ijin DEPKES RI No. HK.
03.2.4.1.03896
·
Ijin DIKTI No. 194/D/O/2007
·
Akreditasi
B
FORMAT
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NAMA
MAHASISWA :
Nur Mariani Rohmatin
NIM :
10.010
Tanggal
masuk RS/RB/BPS/PKM : 5
November 2012
Jam :
10.00 WIB
Tanggal
Pengkajian :
5 November 2012
Jam :
10.00 WIB
Nomor
registrasi pasien :
-
Nomor
tempat tidur :
-
Diagnosa
masuk :
GII P1001 10 minggu rujukan
Bidan dengan abortus imminent
I.
PENGKAJIAN
A.
Data Subyektif
1.
Identitas (Biodata)
Nama Pasien :Ny ‘R’ Nama Suami : Tn.D
Umur :
29 th Umur : 34 th
Suku/Bangsa :
Jawa
/ Indonesia Suku/Bangsa : Jawa /Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan :
SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan :karyawan
GG Pekerjaan :karyawan
GG
Penghasilan : ± 1 juta Penghasilan : ± 1 juta
Alamat Kantor : - Alamat
Kantor : -Alamat
Rumah : Pethok Semen Kediri Alamat Rumah :Pethok
Semen Kediri
2.
Keluhan Utama
Ibu hamil 2
bulan sudah PP test + di bidan. Merasa keluar darah sedikit – sedikit dari
jalan lahir sejak 2 November 2012
3.
Alasan Kunjungan Saat
Ini
|
|
Kunjungan Ulang
4.
Riwayat Menstruasi
Menarce : 13
tahun Jumlah :
-
HPHT : 13- 7 - 2012 Warna/bau :
-
Lama : 5
– 6 hari Haid sebelumnya : teratur
Banyaknya : 3x ganti pembalut/hr Lama : 3X ganti
Siklus : 26-28 hari HPL/HTP : 20 - 4 - 2013
Teratur/Tidak : Teratur
Disminorhoe : tidak
Flour
albus : tidak
5.
G : II P : 1001 UK
: 16 minggu
ANC TM
I Berapa Kali : 1X (periksa ini)
Keluhan : telat
haid
Terapi : B6, etabion
TM
II Berapa Kali : -
Keluhan : -
Terapi : -
TM
III Berapa Kali : -
Keluhan : -
Terapi : -
Hasil tes kehamilan ( jika dilakukan )
tanggal 13 Juni 2012 Jam 16.36
Imunisasi TT berapa kali : T5
Kapan : Bayi (T2), SD (T3), CPW (T4), hamil anak 1 (T5)
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali
usia kehamilan : belum terasa
Keluhan selama kehamilan : telat
haid
Obat-obatan selama hamil : B6, etabion
Penyuluhan yang
didapat : perubahan ibu hamil,personal
hygiene dan nutrisi ibu hamil TM I
6.
Pola Makan dan Minum
a. Sebelum
Hamil
Makan : 3x sehari (nasi,lauk,sayur,telur)
porsi sedang habis
Minum :
± 6 gelas air putih sehari
b.
Selama Hamil
Makan :
2x sehari (nasi dan sayur) sedikit kadang tidak habis.
Minum :
± 5 gelas air putih sehari
Perubahan
makan yang dialami (ngidam,nafsu makan,dll.) : nafsu makan turun saat sebelum hamil dan selama hamil
7.
Pola Aktivitas
Sehari-hari
a.
Sebelum Hamil
Istirahat : istirahat setelah pulang kerja, (tidur-tiduran)
Tidur :
± 8 jam/malam.
Seksualitas : ± 2x seminggu
b.
Selama Hamil
Istirahat : pada jam istirahat di GG bercanda dengan teman
Tidur :
± 6 jam/malam.
Seksualitas : 1X seminggu (setelah telat haid)
8.
Pola Eliminasi
a.
Sebelum Hamil
BAB :
normal 1x/hr,konsistensi,warna,bau normal.
BAK :
± 4x sehari.
b.
Selama Hamil
BAB :
normal (tidak mengalami perubahan) 1X
sehari.
BAK :
± 4x sehari.
9.
Riwayat KB
Kontrasepsi yang pernah digunakan : pil
Rencana Kontrasepsi yang akan datang : pil
10. Riwayat
Kehamilan, Persalinan, Nifas Yang Lalu
|
No
|
Tgl/Bln
Persalinan
|
Tempat
Persalinan
|
Usia Kehamilan
|
Jenis Persalinan
|
Penolong
|
Penyulit
Kehamilan
Persalinan
|
Anak
|
Nifas
|
Keterangan
|
||
|
JK
|
BB
|
PB
|
|||||||||
|
1.
|
15 – 8 -06
HAMIL
INI
|
Bidan
|
9 bulan
|
normal
|
bidan
|
-
|
♂
|
2600
|
46
|
normal
|
H umur 6
tahun
|
11. Riwayat
Penyakit yang Sedang Diderita : Ibu dalam keadaan sehat tidak
Sedang menderita penyakit apapun
12. Riwayat
Penyakit yang Lalu :
tidak menderita penyakit apa pun.
13. Riwayat
Penyakit Keturunan :
Tidak ada penyakit keturunan
Dalam keluarga
14. Perilaku
Kesehatan
·
Minum alkohol / Obat – obatan : Tidak
·
Jamu yang sering
digunakan :
Tidak minum jamu
·
Merokok, makanan sirih,
kopi : Tidak (teh kadang-kadang)
·
Ganti pakaian dalam : ± 3X
sehari.
15. Riwayat
sosial
·
Apakah kehamilan itu
direncanakan/diinginkan : Ya
·
Jenis kelamin yang
diharapkan :
♀/♂ sama saja
·
Status perkawinan :
Kawin
·
Jumlah :
1 kali
·
Lama perkawinan :
± 1 tahun
·
Jumlah Keluarga yang
tinggal serumah : 3
orang
·
Susunan keluarga yang
tinggal serumah : 4
orang
|
No
|
Jenis Kelamin
|
Umur/Bulan
|
Hubungan Keluarga
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Keterangan
|
|
1.
2.
3.
4
|
Laki
– laki
perempuan
laki
– laki
perempuan
|
59 tahun
58 tahun
34 tahun
29 tahun
|
Ayah
Ibu
Suami
Istri
|
SD
SD
SD
SD
|
Tani
Tani
Tani
IRT
|
Kepala
Keluarga
Anggota
Anggota
Anggota
|
16. Kepercayaan
yang berhubungan dengan kehamilan,persalinan dan nifas : 3 bulanan, 7 bulanan, brokohan,
sepasaran,tingkepan.
17. Keadaan
psikologi
·Hubungan
ibu dengan keluarga:Baik,mendapat dukungan besar dari suami
·Hubungan
ibu dengan masyarakat: Baik, Mendapat saran untuk segera
memeriksakan
diri dari tetangga
B.
Data Obyektif
1.
Pemeriksaan Umum
a.Keadaan umum : baik
b.Kesadaran :
composmentis
c.Keadaan emosional : tampak agak
cemas
d.Tekanan darah : 110/70 mmHg
e.Suhu tubuh :
36,5 0 C
f.Denyut nadi : 84 x/mnt
g.Pernafasan :
16 x/mnt
h.Tinggi badan : 155 cm
i.Berat badan sekarang : 52 kg
j.Berat badan sebelum
hamil : 52 kg
k.Lingkar lengan atas : 26 cm
2.
Pemeriksaan Khusus
a.Inspeksi
1) Kepala : warna rambut hitam
,benjolan tidak ada
Rontok : tidak ada, ketombe tidak ada
2) Muka Cloasma Gravidarum
: tidak ada
3) Mata : Kelopak mata : simetris ka/ki
Konjungtiva : merah muda ka/ki
Sclera :
putih keaabuan ka/ki
4) Hidung :Simetris : iya ka/ki
,Sekret : tidak ada ka/ki,
Polip : tidak ada ka/ki
5) Mulut dan Gigi :Lidah : bersih
Gusi :
tidak epulis
Gigi :
tidak karies
6) Telinga :Seruman : tidak ada ka/ki
7) Leher : simetris
,tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis ka/ki.
8) Axilla :pembesaran kelenjar limfe : tidak ada ka/ki
9) Dada
Payudara : Pembesaran : iya ka/ki
Simetris : iya ka/ki
Papilla
Mammae : menonjol
ka/ki
Benjolan/tumor : tidak ada ka/ki
Pengeluaran : tidak ada ka/ki
Strie : tidak ada ka/ki
Kebersihan : bersih ka/ki
10) Abdomen
·
Pembesaran : ada
·
Linea Alba : tidak ada
·
Linea Nigra : tidak ada
·
Bekas luka operasi : tidak ada
·
Strie livede : tidak ada
·
Strie albican : tidak ada
11)
Punggung
·
Posisi tulang belakang : normal
12) Ekstremitas atas bawah
·
Odema : Tidak ada
ka/ki tidak tidak
Odema : Tidak ada
ka/ki tidak tidak
·
Varises : Tidak ada
ka/ki tidak tidak
·
Simetris : Iya ka/ki ya ya
13) Anogenital
·
Keadaan perineum :
bersih,utuh
·
Warna Vulva : merah kebiruan
·
Pengeluaran pervaginam :
Tidak ada
·
Pembengkakan kelenjar
bartolini : Tidak ka/ki
·
Odema : Tidak ada
b.
Palpasi :
· Leopold
I : ½ sympisis pusat
· Leopold
II :
· Leopold
III :
· Leopold
IV :
· TFU :
c. Auskultasi
DJJ :
·
Punctum
maximum :
·
Tempat : belum
dapat dilakukan pengkajian.
·
Frekuensi :
·
Teratur/tidak :
d.
Perkusi
·
Reflek patella : +/+
3.
Pemeriksaan Dalam (bila
ada indikasi)
·
Vulva : bersih
·
Vagina : bersih
·
Porsio : tidak ada nyeri goyang
·
Pembukaan : tidak ada pembukaan
·
Ketuban : tidak ada
indikasi pemeriksaan
·
Effacement : tidak ada indikasi
pemeriksaan Presentasi : tidak ada indikasi pemeriksaan
·
Posisi : tidak ada indikasi pemeriksaan
·
Penurunan Hodge : tidak ada indikasi pemeriksaan
4.
Pelvimetriklinis (bila
ada indikasi )
·
Promontorium : tidak ada indikasi
·
Linea inomonata : tidak ada indikasi
·
Conjungta
Vera :
·
Dinding samping :
·
Sakrum : tidak ada indikasi pemeriksaan
·
Spina Ischiadika :
·
Os coccygis :
·
Arcos Pubis :
5.
Pemeriksaan Panggul
Luar
· Distansia Spinarum : tidak dikaji
· Distansia Cristarum : tidak dikaji
· Konjugata externa : tidak
dikaji
· Lingkar panggul : tidak
dikaji
· Distansia Tuberum : tidak
dikaji
6.
Pemeriksaan Penunjang
Lain
Darah : Hb : -
Golongan darah : -
Urine :
Protein : -
Reduksi :
-
II.
DIAGNOSA
/MASALAH
Tanggal : 5 – 11
– 2012 jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001
16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus imminent
DS
: Ibu hamil 2 bulan sudah PP test + di bidan. Merasa keluar darah sedikit –
sedikit dari jalan lahir sejak 2 November 2012. HPHT : 13 – 07 - 2012
DO
:
-
HPL : 20 – 4 –
2013
-
KU ibu baik
-
Kesadaran :
compos mentis
-
TTV :
TD : 130/90 mmHg
N : 82 x/menit
S : 36,70C
RR :20 x/menit
-
Palpasi :
abdomen : ½ sympisis – pusat
-
VT : ᴓ tidak ada
Porsio : tidak
ada nyeri goyang
III.
IDENTIFIKASIN
POTENSIAL DIAGNOSA DNA MASALAH
Abortus
incomplet
IV.
IDENTIFIKASI
KEBUTUHAN SEGERA
-
Kolaborasi
dengan dr. Sp.OG\
-
Istirahat bed
rest
-
USG
V.
INTERVENSI
Tanggal : 5 – 11
– 2012 jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001
16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus imminent
Tujuan : tidak
terjadi abortus insipient – incomplete
KH :
-
KU ibu baik
-
Kesadaran :compos mentis
-
Keadaan
emosional : stabil
-
Perdarahan
berkurang – berhenti
-
Tidak nyeri
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapetik kepada ibu
R/ dengan
pendekatan yang baik akan timbul rasa percaya terhadap petugas sehingga lebih
kooperatif
2. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup
R/ dengan
istirahat dapat mengurangi kelelahan pada ibu sehingga perdarahan berhenti
3. Anjurkan ibu untuk tidak berhubungan seksual dahulu
R/ hubungan
seksual akan memicu kontraksi dan dapat menyebabkan abortus dapat berlangsung
menjadi abrtus incomplete
4. Anjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas berat
R/ dengan
aktivitas berat dapat memicu kontraksi pada kehamilan ibu
5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi
seimbang
R/ dengan makan
makanan bergizi seimbang akan bisa membantu perkembangan janin dan untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
6. Kolaborasi dengan dr. Sp.OG
R/ dengan
kolaborasi akan memberikan terapi yang tepat untuk pasien
VI.
IMPLEMENTASI
Tanggal : 5 – 11
– 2012 jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001
16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus imminent
1. Melakukan hubungan terapetik pada ibu dengan menyapa
ibu dengan ramah kemudian memperkenalkan diri
2. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup agar
perdarahannya berkurang
3. Menganjurkan pada ibu untuk tidak melakukan hubungan
seksual dahulu dengan suami sehingga tidak menimbulkan kontraksi pada bayi yang
dikandung ibu
4. Menganjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas
beratterlebih dahulu
5. Menganjurkan ibu untuk tretap makan makanan bergizi
seimbang contohnya nasi, sayur, ikan, tahu/tempe dan buah – buahan
6. Melakukan kolaborasi dengan dr. Sp.OG
VII.
EVALUASI
Tanggal : 5 – 11
– 2012 jam 10.00 WIB
S : Ibu mengerti tentang penjelasan yang
diberikan
O : Ibu dapat menjelaskan kembali penjelasan yang diberikan
Ibu tampak lega dan tidak
cemas lagi
Ibu mengangguk tanda
mengerti dan bisa mengulangi anjuran yang disampaikan
A : GII P1001 16 minggu kesan jalan lahir normal,KU ibu dan janin
baik dengan abortus imminent
P :
1. Anjurkan ibu untuk istirahat
cukup dan mengurangi aktivitas berat
2. Anjurkan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual
terlebih dahulu
3. Anjurkan ibu makan makanan bergizi
4. Anjurkan kunjungan ulang 1 minggu lagi (12 – 11- 2012) atau bila ada keluhan
5. Bila terjadi perdarahan sewaktu – waktu , pergi ke
fasilitas kesehatan terdekat
