Jumat, 18 Oktober 2013

askeb abortus imminent

LAPORAN PENDAHULUAN
ABORTUS IMMINEN

A.    PENGERTIAN
·           Abortus adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.  (Wiknjosastro, 2005:305)
·           Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat”tertentu”)pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. (Saifuddin, .2007:145)
·           Abortus adalah berakhirnya ssuatu kehamilan, bisa terdapat gejala kehamilan dini. Kram ringan dengan perdarahan. Serviks panjang dan tertutup. Uterus sesuai dengan usia kehamilan, secara kasar 50% memburuk menjadi abortus insipiens. (Graber, 2006:368)
·           Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buih kehamilan belum mampu hidup di luar kandungan. (Kusmiyati, 2009:149)
·           Abortus adalah usaha mengakhiri kehamilan dengan mengeluarkan hasil pembuahan secara paksa sebelum janin mampu bertahan hidup , jika dilahirkan. (Varney. 2007:604)

B.     ETIOLOGI
Insiden, 15% sampai 25% dari kehamilan yang dikenali secara klinis, mungkin mendekati 50% dari semua konsepsi. (Graber, 2006:368)
Penyebab abortus merupakan gabungan dari beberapa faktor .Umumnya abortus didahului oleh kematian janin.
Faktor-faktor yang yang dapat menyebabkan terjadinya abortus adalah:
1.      Faktor Janin
Kelainan yang sering dijumpai pada abortus adalah kelainan perkembangan zigot , embrio, janin atau plasenta. Kelainan tersebut biasanya menyebabkan abortus pada trimester pertama, yakni:
a.       Kelainan telur,telur kosong (blighted ovum),kerusakan embrio,atau kerusakan kromosom(monosomi,trisomi,atau poliploidi)
b.      Embrio dengan kelainan lokal
c.       Abnormalitas pembentukan plasenta (hiplopasi trofoblas)
(Cunningham, 2005:952)
                        Produk konsepsi yang abnormal menjadi penyebab terbanyak dari abortus spontan. Paling sedikit 10% hasil konsepsi manusia mempunyai kelainan kromosom dan sebagian besar akan gugur. (Benson, 2008:297)
2.      Faktor Maternal
a.    Infeksi
Infeksi maternal dapat membawa dapat membawa resiko bagi janin yang sedang berkembang , terutama pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Tidak diketauhi penyebab kematian janin secara pasti, apakah janin yang menjadi terinfeksi ataukah toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme penyebabnya.Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan abortus:
b.   Virus
Misalnya rubella, sitomegalo virus, virus herpes simpleks, varicella zoster, vaccinia, campak, hepatitis, polio,dan ensefalomeilitis.
c.    Bakteri- misalnya Salmonella typi.
d.   Parasit- misalnya Toxoplasma gondii, plasmodium.
e.    Penyakit vaskular-misalnya hipertensi vaskular
f.    Penyakit endrokin
Abortus spontan dapat terjadi bila produksi progesteron tidak mencukupi atau pada penyakit disfungsi tiroid:defisiensi insulin.
g.   Faktor Imunologis
Ketidakcocokan (Inkompatibilitas) sistem HLA (Human Leukocyte Antigen)
h.   Trauma
Kasusnya jarang terjadi, umumnya abortus terjadi segera setelah trauma tersebut, misalnya trauma akibat pembedahan:
·      Pengangkatan Ovarium yang mengandung korpus luteum gravidatum sebelum minggu ke-8
·      Pembedahan intraabdominal dan operasi pada uterus pada saat hamil.
i.     Kelainan Uterus
Hipoplasia uterus , mioma(terutama mioma submukosa),serviks inkompeten atau retroflexio uteri gravidi incarcerata.
j.     Faktor psikosomatik _pengaruh dari faktor ini masih dipertanyakan.
(Benson, 2008:298)
3.      Faktor Eksternal
a.     Radiasi
Dosis 1-10 rad bagi janin pada usia 9 minggu pertama dapat merusak janin dan dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan keguguran.
b.     Obat-obatan
Antagonis asam folat,antikoagulan,dan lain-lain.Sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan sebelum kehamilan 16 minggu, kecuali telah di buktikan bahwa obat tersebut tidak membahyakan janin ,atau untuk pengobatan penyakit ibu yang parah.
c.    Bahan-bahan kimia lainnya, seperti bahan yang mengandung arsen dan benzen.
(Wiknjosastro, 2007:303)

C.    KLASIFIKASI
1.    Berdasarkan Terjadinya
a.    Abortus spontan
    Keluarnya hasil konsepsi tanpa intervensi medis maupun mekanis
b.    Abortus buatan
    Sengaja dilakukan sehingga kehamilan dapat di akhiri
     (Wiknjosastro, 2008)
2.    Berdasarkan pelaksanaanya:
a.    Abortus provokatus artificialis atau Abortus therapeuticus
    Indikasi abortus untuk kepentingan ibu, misalnya :penyakit jantung,hipertensi esensial, dan karsinoma serviks. Keputusan ini ditentukan oleh tim ahli yang terdiri dari dokter ahli kebidanan , penyakit dalam psikistri atau psikolog.
b.    Abortus buatan kriminal
    Pengguguran kehamilan tanpa alasan medis yang sah atau oleh orang yang tidak berwenang dan dilarang oleh hukum atau di lakukan oleh yang tidak berwenang.
c.    Unsafe Abortion
    Upaya untuk terminasi kehamilan muda dimana pelaksana tindakan tersebut tidak mempunyai cukup keahlian dan prosedur standar yang aman sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa pasien.
    (Wiknjosastro, 2008)
3.    Berdasarkan gambaran klinisnya:
a.    Abortus Imminens
    Terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
b.    Abortus insipiens
     Abortus yang sedang berlangsung dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yang teraba.
c.    Abortus completus
     Seluruh hasil konsepsi di keluarkan (desidua dan uterus), sehingga rongga rahim kosong.
d.   Abortus Incompletus
Hanya sebagian dari hasil konsepsi  yang di keluarkan , yang tertinggal adalah desidua atau plasenta.
e.    Abortus servikalis
Keluarnya hasil konsepsi dari uterus dihalangi oleh ostium eksternum yang tak terbuka sehingga semuanya berkumpul dalam kanalis servikalis.
f.     Abortus Habitualis
Abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut.
g.    Abortus Infeksiasus, abortus septik
Abortus infeksiasus adalah abortus yang disertai infeksi pada genetalia, sedangkan abortus septik adalah abortus infeksiasus berat disertai penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum.
h.    Missed Abortion
Kematian janin berusia sebelum 20 minggu , tetapi janin mati itu tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih.
   (Wiknjosastro, 2007:305-308)

D.    FAKTOR PRESDIPOSISI
Alasan utama terjadinya keguguran pada awal kehamilan ialah kelainan genetik,yang mencapai 75 hingga 90% total keguguran.Alasan lain terjadinya adalah kadar progesteron yang tidak normal, kelainan pada kelenjar tiroid , diabetes yang tidak terkontrol, kelainan pada rahim ,infeksi dan penyakit autonium.
 (Varney, 2007:604)

E.     TANDA   DAN GEJALA
1.      Abortus Imminens
a.       Kram perut bagian bawah
b.      Perdarahan sedikit dari jalan lahir
c.       Fleksus ada(sedikit)
d.      Ostium uteri tertutup
e.       Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
f.       Uterus Lunak
2.      Abortus Insipiens
a.       Disertai nyeri/kontraksi rahim
b.      Pendarahan dari jalan lahir
c.       Perdarahan sedang hingga banyak
d.      Ostium Uteri terbuka
e.       Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
f.       Buah kehamilan masih dalam rahim, belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi
g.      Ketuban utuh(menonjol)
3.      Abortus Incomplitus
a.       Kram perut bagian bawah
b.      Pendarahan banyak dari jalan lahir
c.       Pendarahan sedang hingga banyak
d.      Ostium uteri terbuka
e.       Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
4.      Abortus Komplitus
a.       Nyeri perut bagian bawah sedikit atau tidak ada
b.      Perdarahan dari jalan lahir sedikit
c.       Perdarahan bercak sedikit hingga sedang
d.      Teraba sisa jaringan buah kehamilan
e.       Ostium uteri tertutup , bila ostium terbuka teraba rongga uterus kosong
f.       Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
5.      Missed Abortion
a.       Buah dada mengecil
b.      Tanpa nyeri
c.       Pendarahan bisa ada atau tidak
d.      Hilangnya tanda kehamilan
e.       Tidak ada bunyi jantung janin
f.       Berat badan menurun
g.      Fundus uteri lebih kecil dari umur kehamilan
(Kusmiyati, 2009:150-152)

F.     PATOFISIOLOGI
Pada awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis, diikuti dengan nerkrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut.
Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, villi korialis belum menembus desidua secara dalam jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya (Wiknjosastro, 2007:303-305).
Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu, penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan (Wiknjosastro, 2007:303-305). Mekanisme diatas juga terjadi atau diawali dengan pecahnya selaput ketuban lebih dulu dan diikuti dengan pengeluaran janin yang cacat namun plasenta masih tertinggal dalam cavum uteri.
Plasenta mungkin sudah berada dalam kanalis servikalis atau masih melekat pada dinding cavum uteri. Jenis ini sering menyebabkan perdarahan pervaginam yang banyak. (Widjanarko, 2009).
Pada kehamilan lebih dari 14 minggu janin dikeluarkan terlebih dahulu daripada plasenta hasil konsepsi keluar dalam bentuk seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blightes ovum),janin lahir mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus (Wiknjosastro, 2007:303-305). Janin biasanya sudah dikeluarkan dan diikuti dengan keluarnya plasenta beberapa saat kemudian. Kadang-kadang plasenta masih tertinggal dalam uterus sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterus dan terjadi perdarahan pervaginam yang banyak. Perdarahan umumnya tidak terlalu banyak namun rasa nyeri lebih menonjol (Widjanarko, 2009).

G.    PEMERIKSAAN PENUNJANG ABORTUS IMMINENS
·         Hasil USG Menunjukkan:
1.        Buah kehamilan masih utuh,ada tanda kehidupan janin.
2.        Meragukan
3.        Buah kehamilan tidak baik, janin mati.
        (Kusmiyati, 2009:150)
4.        Tes kehamilan positif jika janin masih hidup dan negatif bila janin sudah mati
5.        pemeriksaan Dopler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup
6.        pemeriksaan fibrinogen dalam darah pada missed abortion
·            Data laboratorium:
1.    Tes urine
2.    hemoglobin dan hematokrit
3.    menghitung trombosit
4.    kultur darah dan urine
·         Pemeriksaan ginekologi :
1. Inspeksi Vulva : perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan hasil konsepsi, tercium bau busuk dari vulva
2.  Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri, osteum uteri terbuka atau sudahtertutup, ada atau tidak jaringan keluar dari ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
3. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. (Ratihrochmat, 2009)

H.    PENATALAKSANAAN ABORTUS IMMINENS
·         Istirahat – baring. Tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan, karena cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsangan mekanik.
·         Anjurkan Untuk tidak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan atau melakukan hubungan seksual.
·         Bila perdarahan:
ü  Berhenti: Lakukan asuhan antenatal terjadual dan penilaian ulang bila terjadi perdarahan lagi.
ü  Terus Berlangsung: Nilai kondisi janin (uji kehamilan / USG).Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik atau mola hidatitosa)
ü  Pada fasilitas kesehatan dengan sarana terbatas , pemantauan hanya dilakukan melalui gejala klinik dan hasil pemeriksaan ginekologik.
(Saifuddin, 2007:149)
·      Terapi defesiensi hormon pada abortus iminen
Jenis hormon
Dosis awal
Dosis pemeliharaan
Ditrogesteron
40mg per oral
10mg setiap 8 jam
Alilesterenol
20mg per oral
5mg setiap 8 jam
Hidroksiprogesteron kaproag
500 mg intramuskuler
250mg setiap 12 jam,bila
ada perbaikan, lanjutkan dengan 250mg perhari hingga 7 hari setelah perdarah berhenti.
·      Asam mefenamat
Digunakan sebagai anti prostaklandin dan penghilang nyeri tetapi efektifitasnya dalam mengatasi ancaman abortus, belum dapat dikatakan memuaskan.
·      Penenang penobarbital 3x30 gram valium
·      Anti pendarahan: Adona ,Transami
·      Vit B Komplek
·      Hormon progesteron
·      Penguat plasenta: gestanom,dhopaston
·      Anti kontraksi Rahim:Duadilan,papaverin

I.       KOMPLIKASI
1.      Perdarahan
2.      Perforasi
3.      Infeksi
4.      Syok
a.       perdarahan yang banyak disebut syok nemoragik
b. infeksi berat atau sepsis disebut syok septic atau endoseptik
      (Wiknjosastro, 2007:311-312)


I.       DIAGNOSA ABORTUS IMMINENS
Diagnosis abortus  imminens ditentukan karena pada wanita hamil terjadi melalui ostium uteri eksternum, disertai mules sedikit atau tidak sama sekali, uterus membesar sebesar tuannya kehamilan ,serviks belum membuka, dan tes kehamilan positif. Pada beberapa wanita hamil dapat terjadi perdarahan sedikit pada saat haid yang semestinya datang jika tidak terjadi pembuahan.Hal ini disebabkan oleh penembusan vili koriales ke dalam desidua, pada saat implantasi ovum. Perdarahan implantasi biasannya sedikit, warnanya merah, dan cepat berhenti, tidak disertai mules-mules. (Wiknjosastro, 2007:305)

J.      PROGNOSA
Prognosis keberhasilan kehamilan tergantung dari etiologi aborsi spontan sebelumnya.
a.    Perbaikan endokrin yang abnormal pada wanita dengan abortus yang rekuren mempunyai prognosis yang baik sekitar >90 %
b.    Pada wanita keguguran dengan etiologi yang tidak diketahui, kemungkinan keberhasilan kehamilan sekitar 40-80 %
c.    Sekitar 77 % angka kelahiran hidup setelah pemeriksaan aktivitas jantung janin pada
d.   kehamilan 5 sampai 6 minggu pada wanita dengan 2 atau lebih aborsi spontan yang tidak jelas.
Prognosis untuk kelanjut kehamilan menjadi buruk , jika seorang wanita mengalami kombinasi perdarahan dan nyeri. Untuk menentukan sumber perdarahan dan memulai terapi, jika memang diperlukan kehamilan perlu dievaluasi dengan melakukan pemeriksaan fisik, serum B-Hcg dan progesteron, serta ultrasonografi. (Varney, 2006:605)
Macam dan lmanya perdarahan menentukan prognosis kelangsungan kehamilan.Prognosis menjadi kurang baik bila perdarahan berlangsung lama, mules-mules yang disertai pendataran serta pembukaan serviks.
                (Wiknjosastro, 2007:306)




POHON MASALAH

Gravida
 
 





Perdarahan dalam desidua basalis
Etiologi:
1.      Faktor Janin:
a.       Kelainan telur kromosom(monosomi,trisomi,atau poliploidi)
b.      Embrio dengan kelainan lokal
c.       Abnormalitas pembentukan plasenta (hiplopasi trofoblas)
2.      Faktor maternal:
a.       Infeksi
b.      Penyakit vaskular-misalnya hipertensi vaskular
c.       Penyakit endrokin
d.      Faktor Imunologis
e.       Trauma
f.       Kelainan Uterus
g.      Faktor psikosomatik
3.      Faktor Eksternal:
a.     Radiasi
b.    Obat-obatan
c.     Bahan-bahan kimia lainnya

 
Nekrosis jaringan sekitarnya
Janin kekurangan O2 dan nutrisi
Hasil konsepsi terlepas
Dianggap sebagai benda asing dalam kavum uteri
Nyeri
 
Pengeluaran hasil konsepsi
Kehilangan banyak cairan dan darah
 
Uterus berkontraksi                      
           Perdarahan                         
Sel darah merah banyak yang hilang
 
Anemia dan Syok
 
 








                                                                                                                                        Dx potensial
                                                                                                               
UK< 8mg                                                                               UK>8mg
Vili korialis balum                                                                  Vili korialis tidak masuk desidua                       
Menembus desidua terlalu dalam                                          agak dalam
Hasil konsepsi di keluarkan
seluruhnya                                           Sebagian keluar                       Kehamilan masih dapat
Abortus completus                              Sebagian tertinggal                 dipertahankan/tanpa ada
                                                              Di uterus                                tanda dilatasi servik yang
                                                                                                             meningkat
Abortus imminens
 
 


                                                          Abortus incomplet                                             Dx Kebidanan           
 



Tanda dan gejala:
·         Kram perut bagian bawah
·         Perdarahan sedikit dari jalan lahir(servik terbuka)                Kuman mudah masuk                      
·         Fleksus ada(sedikit)
·         Ostium uteri tertutup
·         Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
·         Uterus Lunak

 
 


Cemas

                                                                                                                  Masalah resiko
                                                                                                                  infeksi



Penatalaksanaan:
·         Tidak diperlukan pengobatan medik yang khusus atau tirah baring secara total.
·         Anjurkan Untuk tidak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan atau melakukan hubungan seksual.
·         Bila perdarahan:
ü  Berhenti: Lakukan asuhan antenatal terjadual dan penilaian ulang bila terjadi perdarahan lagi.
ü  Terus Berlangsung: Nilai kondisi janin (uji kehamilan / USG).Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik atau mola hidatitosa)
·         Pada fasilitas kesehatan dengan sarana terbatas , pemantauan hanya dilakukan melalui gejala klinik dan hasil pemeriksaan ginekologik
·         Asam mefenamat
·         Penenang penobarbital 3x30 gram valium
·         Anti pendarahan: Adona ,Transami
·         Vit B Komplek
·         Hormon progesteron
·         Penguat plasenta: gestanom,dhopaston
·         Anti kontraksi Rahim:Duadilan,papaverin
·          
 
 















AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA WIYATA KEDIRI



DAFTAR PUSTAKA
·         Kusmiati,Yuni,dkk.2009.Perawatan Ibu Hamil.Yogyakarta:Fitramaya
·         Saifudin,Abdul Bari.2007.Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:YBP SP
·         Sastrawinata,Sulaiman,dkk.2005.Obstetri Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi Edisi 2.Jakarta:EGC
·         Varney,Helen.2006.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Vol 1.Jakarta:EGC
·         Wiknjosastro,Hanifa.2005.Ilmu Kandungan.Jakarta:YBP SP
·         Yulianti,Devi.2006.Manajemen Komplikasi Kehamilan dan Persalinan.Jakarta:EGC
·         Printed by opique, dapat diakses via http://www.rofiqahmad.wordpress.com
·         file:///D:/abortus/askep%20abortus%20iminens%20%C2%AB%20Bared18%27s%20Weblog.htm
·         file:///D:/abortus/Bidan%20HETTY%20ASTRI.htm




·          Ijin DEPKES RI No. HK. 03.2.4.1.03896
·           Ijin DIKTI No. 194/D/O/2007
·          Akreditasi B
JL. SEMERU VI 18 KEDIRI TELP. (0354)776638,(0354)7090908
FORMAT ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NAMA MAHASISWA                           : Nur Mariani Rohmatin
NIM                                                          : 10.010
SEMESTER                                              : IV (Empat)

Tanggal masuk RS/RB/BPS/PKM           : 5 November 2012
Jam                                                            : 10.00  WIB
Tanggal Pengkajian                                   : 5 November 2012
Jam                                                            : 10.00  WIB
Nomor registrasi pasien                             : -
Nomor tempat tidur                                  : -
Diagnosa masuk                                        : GII P1001 10 minggu rujukan Bidan dengan abortus   imminent
     
I.                   PENGKAJIAN
A.    Data Subyektif                       
1.      Identitas (Biodata)

Nama Pasien               :Ny ‘R’                        Nama Suami                : Tn.D
Umur                           : 29 th                          Umur                           : 34 th
Suku/Bangsa               : Jawa / Indonesia       Suku/Bangsa               : Jawa /Indonesia
Agama                         : Islam                         Agama                         : Islam
Pendidikan                  : SMA                                     Pendidikan                  : SMA
Pekerjaan                     :karyawan GG            Pekerjaan                     :karyawan GG
Penghasilan                 : ± 1 juta                      Penghasilan                 : ± 1 juta
Alamat Kantor                        : -                                 Alamat Kantor                        : -Alamat Rumah                                    : Pethok Semen Kediri Alamat Rumah           :Pethok
                                                                                                           Semen Kediri
2.      Keluhan Utama
Ibu hamil 2 bulan sudah PP test + di bidan. Merasa keluar darah sedikit – sedikit dari jalan lahir sejak 2 November 2012

3.      Alasan Kunjungan Saat Ini
 
 


Kunjungan Pertama                                        Kunjungan Rutin

 
Kunjungan Ulang

4.      Riwayat Menstruasi
Menarce          : 13 tahun                                Jumlah                         : -
HPHT              : 13- 7 - 2012                           Warna/bau                   : -
Lama               :  56  hari                             Haid sebelumnya        : teratur
Banyaknya      : 3x ganti pembalut/hr             Lama                           : 3X ganti
Siklus              : 26-28 hari                              HPL/HTP                    : 20 - 4 - 2013
Teratur/Tidak  : Teratur
Disminorhoe    : tidak
Flour albus      : tidak



5.      G : II               P : 1001                                               UK : 16  minggu
ANC               TM I                Berapa Kali                 :  1X (periksa ini)
                                                Keluhan                       :  telat haid
                                                Terapi                          : B, etabion
                        TM II              Berapa Kali                 : -
                                                Keluhan                       : -
                                                Terapi                          : -
                        TM III             Berapa Kali                 : -
                                                Keluhan                       : -
                                                Terapi                          : -
Hasil tes kehamilan ( jika dilakukan ) tanggal 13 Juni 2012   Jam  16.36  
Imunisasi TT berapa kali  : T5
Kapan :  Bayi (T2), SD (T3), CPW (T4), hamil anak 1 (T5)
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan :  belum terasa
Keluhan selama kehamilan :  telat haid
Obat-obatan selama hamil : B, etabion
Penyuluhan yang didapat :  perubahan ibu hamil,personal hygiene dan nutrisi ibu hamil TM I
6.      Pola Makan dan Minum
a.       Sebelum Hamil
Makan             : 3x sehari (nasi,lauk,sayur,telur) porsi sedang habis
Minum             : ± 6 gelas air putih sehari
b.      Selama Hamil 
Makan             : 2x sehari (nasi dan sayur) sedikit kadang tidak habis.
Minum             : ± 5 gelas air putih sehari
Perubahan makan yang dialami (ngidam,nafsu makan,dll.) : nafsu makan turun saat sebelum hamil dan selama hamil
7.      Pola Aktivitas Sehari-hari
a.       Sebelum Hamil
Istirahat           : istirahat setelah pulang kerja, (tidur-tiduran)
Tidur               : ± 8 jam/malam.
Seksualitas      : ± 2x seminggu
b.      Selama Hamil 
Istirahat           :  pada jam istirahat di GG bercanda dengan teman
Tidur               : ± 6 jam/malam.
Seksualitas      : 1X seminggu (setelah telat haid)

8.      Pola Eliminasi
a.       Sebelum Hamil
BAB                : normal 1x/hr,konsistensi,warna,bau normal.
BAK               : ± 4x sehari.
b.      Selama Hamil
BAB                : normal  (tidak mengalami perubahan) 1X sehari.    
BAK               : ± 4x sehari.   

9.      Riwayat KB
Kontrasepsi yang pernah digunakan               : pil
Rencana Kontrasepsi yang akan datang         : pil
10.  Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas Yang Lalu
No
Tgl/Bln
Persalinan
Tempat
Persalinan
Usia Kehamilan
Jenis Persalinan
Penolong
Penyulit
Kehamilan
Persalinan
Anak
Nifas
Keterangan
JK
BB
PB
1.         
15 – 8 -06
 
HAMIL INI


Bidan

9 bulan



normal




bidan




-


2600



46




normal



H umur 6 tahun



11.  Riwayat Penyakit yang Sedang Diderita        :  Ibu dalam keadaan sehat tidak
                                                                           Sedang menderita penyakit apapun
12.  Riwayat Penyakit yang Lalu                           :  tidak menderita penyakit apa pun.
13.  Riwayat Penyakit Keturunan                          : Tidak ada penyakit keturunan
                                                                           Dalam keluarga
14.  Perilaku Kesehatan
·         Minum alkohol / Obat – obatan                      : Tidak
·         Jamu yang sering digunakan                           : Tidak minum jamu
·         Merokok, makanan sirih, kopi             : Tidak (teh kadang-kadang)
·         Ganti pakaian dalam                                       : ± 3X sehari.
15.  Riwayat sosial
·         Apakah kehamilan itu direncanakan/diinginkan         : Ya
·         Jenis kelamin yang diharapkan                                   : ♀/♂  sama saja
·         Status perkawinan                                                       : Kawin
·         Jumlah                                                                         : 1 kali
·         Lama perkawinan                                                        :  ± 1 tahun
·         Jumlah Keluarga yang tinggal serumah                      :  3 orang
·         Susunan keluarga yang tinggal serumah                     :  4 orang

No
Jenis Kelamin
Umur/Bulan
Hubungan Keluarga
Pendidikan
Pekerjaan
Keterangan
1.
2.
3.
 4
Laki – laki
perempuan
laki – laki
perempuan
59 tahun
58 tahun
34 tahun
29 tahun
Ayah
Ibu
Suami
Istri
SD
SD
SD
SD
Tani
Tani
Tani
IRT
Kepala Keluarga
Anggota
Anggota
Anggota

16.  Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan,persalinan dan nifas :  3 bulanan, 7 bulanan, brokohan, sepasaran,tingkepan.
17.  Keadaan psikologi
·Hubungan ibu dengan keluarga:Baik,mendapat dukungan besar dari suami
·Hubungan ibu dengan masyarakat: Baik, Mendapat saran untuk segera
         memeriksakan diri dari tetangga
B.      Data Obyektif
1.      Pemeriksaan Umum
a.Keadaan umum                                        : baik
b.Kesadaran                                                : composmentis
c.Keadaan emosional                                  : tampak agak cemas
d.Tekanan darah                                         : 110/70 mmHg
e.Suhu tubuh                                               : 36,5 0 C
f.Denyut nadi                                             : 84 x/mnt
g.Pernafasan                                               : 16 x/mnt
h.Tinggi badan                                            : 155 cm
i.Berat badan sekarang                               : 52 kg
j.Berat badan sebelum hamil                       : 52 kg
k.Lingkar lengan atas                                  : 26 cm
2.      Pemeriksaan Khusus
a.Inspeksi
1)  Kepala               : warna rambut hitam ,benjolan tidak ada
      Rontok              : tidak ada, ketombe tidak ada
2) Muka Cloasma Gravidarum : tidak ada
3) Mata : Kelopak mata      : simetris  ka/ki
     Konjungtiva                   : merah muda ka/ki
     Sclera                             : putih keaabuan ka/ki
4) Hidung                           :Simetris : iya ka/ki ,Sekret : tidak ada ka/ki,
  Polip : tidak ada ka/ki
5) Mulut dan Gigi               :Lidah              : bersih
                                             Gusi                : tidak epulis
                                             Gigi                : tidak karies
6) Telinga                            :Seruman         : tidak ada ka/ki
7) Leher                                          : simetris ,tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis ka/ki.
8) Axilla                  :pembesaran kelenjar limfe      : tidak ada ka/ki
9) Dada
    Payudara : Pembesaran               : iya ka/ki
                      Simetris                     : iya ka/ki
                      Papilla Mammae        :  menonjol ka/ki
                      Benjolan/tumor         : tidak ada ka/ki
                      Pengeluaran               : tidak ada ka/ki
                      Strie                           : tidak ada ka/ki
                      Kebersihan                : bersih ka/ki
10) Abdomen
·         Pembesaran                         : ada
·         Linea Alba                          : tidak ada
·         Linea Nigra                         : tidak ada
·         Bekas luka operasi              : tidak ada
·         Strie livede                          : tidak ada
·         Strie albican                        : tidak ada
11) Punggung
·         Posisi tulang belakang        : normal
12) Ekstremitas                                                                   atas      bawah
·         Odema                                : Tidak ada ka/ki         tidak    tidak
·         Varises                                : Tidak ada ka/ki         tidak    tidak
·         Simetris                               : Iya ka/ki                    ya        ya
13) Anogenital
·         Keadaan perineum                          : bersih,utuh
·         Warna Vulva                                   : merah kebiruan
·         Pengeluaran pervaginam                 : Tidak ada
·         Pembengkakan kelenjar bartolini    : Tidak ka/ki
·         Odema                                            : Tidak ada
b.  Palpasi :                      
·      Leopold I                : ½ sympisis pusat
·      Leopold II               :          
·      Leopold III             :          
·      Leopold IV             :
·      TFU                         :
c. Auskultasi
    DJJ :
·         Punctum maximum             :
·         Tempat                                :           belum dapat dilakukan pengkajian.
·         Frekuensi                             :
·         Teratur/tidak                       :
d. Perkusi
·         Reflek patella                                  : +/+
3.        Pemeriksaan Dalam (bila ada indikasi)
·         Vulva                                  : bersih
·         Vagina                                 : bersih
·         Porsio                                  : tidak ada nyeri goyang
·         Pembukaan                          : tidak ada pembukaan
·         Ketuban                              : tidak ada indikasi pemeriksaan
·         Effacement                         : tidak ada indikasi pemeriksaan Presentasi                        : tidak ada indikasi pemeriksaan
·         Posisi                                   : tidak ada indikasi pemeriksaan
·         Penurunan Hodge               : tidak ada indikasi pemeriksaan

4.    Pelvimetriklinis (bila ada indikasi )
·         Promontorium                                 : tidak ada indikasi
·         Linea inomonata                             : tidak ada indikasi
·         Conjungta Vera                               :
·         Dinding samping                             :
·         Sakrum                                            :       tidak ada indikasi pemeriksaan
·         Spina Ischiadika                              :
·         Os coccygis                                     :
·         Arcos Pubis                                     :
5.    Pemeriksaan Panggul Luar
·       Distansia Spinarum                         :  tidak dikaji
·       Distansia Cristarum                         :  tidak dikaji
·       Konjugata externa                           : tidak dikaji
·       Lingkar panggul                              : tidak dikaji
·       Distansia Tuberum                          : tidak dikaji
6.      Pemeriksaan Penunjang Lain
Darah                                                               : Hb                             : -
  Golongan darah        : -
Urine                                                               : Protein                       : -
                                                              Reduksi                     : -

II.                DIAGNOSA /MASALAH
Tanggal : 5 – 11 – 2012          jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001 16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus   imminent
DS : Ibu hamil 2 bulan sudah PP test + di bidan. Merasa keluar darah sedikit – sedikit dari jalan lahir sejak 2 November 2012. HPHT : 13 – 07 - 2012
DO :
-          HPL : 20 – 4 – 2013
-          KU ibu baik
-          Kesadaran : compos mentis
-          TTV :
TD : 130/90 mmHg
N : 82 x/menit
S : 36,70C
RR :20 x/menit
-          Palpasi : abdomen : ½ sympisis – pusat
-          VT : ᴓ tidak ada
Porsio : tidak ada nyeri goyang          
III.             IDENTIFIKASIN POTENSIAL DIAGNOSA DNA MASALAH
Abortus incomplet
IV.             IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-          Kolaborasi dengan dr. Sp.OG\
-          Istirahat bed rest
-          USG
V.                INTERVENSI
Tanggal : 5 – 11 – 2012          jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001 16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus   imminent
Tujuan : tidak terjadi abortus insipient – incomplete
KH :
-          KU ibu baik
-          Kesadaran  :compos mentis
-          Keadaan emosional : stabil
-          Perdarahan berkurang – berhenti
-          Tidak nyeri
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan terapetik kepada ibu
R/ dengan pendekatan yang baik akan timbul rasa percaya terhadap petugas sehingga lebih kooperatif
2.      Anjurkan ibu untuk istirahat cukup
R/ dengan istirahat dapat mengurangi kelelahan pada ibu sehingga perdarahan berhenti
3.      Anjurkan ibu untuk tidak berhubungan seksual dahulu
R/ hubungan seksual akan memicu kontraksi dan dapat menyebabkan abortus dapat berlangsung menjadi abrtus incomplete
4.      Anjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas berat
R/ dengan aktivitas berat dapat memicu kontraksi pada kehamilan ibu
5.      Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
R/ dengan makan makanan bergizi seimbang akan bisa membantu perkembangan janin dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
6.      Kolaborasi dengan dr. Sp.OG
R/ dengan kolaborasi akan memberikan terapi yang tepat untuk pasien

VI.             IMPLEMENTASI
Tanggal : 5 – 11 – 2012          jam 10.00 WIB
Dx : GII P1001 16 minggu jalan lahir normal KU ibu dan janin baik dengan abortus   imminent
1.      Melakukan hubungan terapetik pada ibu dengan menyapa ibu dengan ramah kemudian memperkenalkan diri
2.      Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup agar perdarahannya berkurang
3.      Menganjurkan pada ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual dahulu dengan suami sehingga tidak menimbulkan kontraksi pada bayi yang dikandung ibu
4.      Menganjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas beratterlebih dahulu
5.      Menganjurkan ibu untuk tretap makan makanan bergizi seimbang contohnya nasi, sayur, ikan, tahu/tempe dan buah – buahan
6.      Melakukan kolaborasi dengan dr. Sp.OG

VII.          EVALUASI
Tanggal : 5 – 11 – 2012          jam 10.00 WIB
S                :    Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan
O                :    Ibu dapat menjelaskan kembali penjelasan yang diberikan
                       Ibu tampak lega dan tidak cemas lagi
                       Ibu mengangguk tanda mengerti dan bisa mengulangi anjuran yang disampaikan
A                :    GII  P1001 16 minggu  kesan jalan lahir normal,KU ibu dan janin baik dengan abortus imminent
P                :
1.      Anjurkan ibu untuk  istirahat cukup dan mengurangi aktivitas berat
2.      Anjurkan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu
3.      Anjurkan ibu makan makanan bergizi
4.      Anjurkan kunjungan ulang 1 minggu lagi (12 – 11- 2012) atau bila ada  keluhan
5.      Bila terjadi perdarahan sewaktu – waktu , pergi ke fasilitas kesehatan terdekat