LAPORAN PENDAHULUAN
HPP
1. Definisi
Haemorragic
Post Partum (HPP) atau Perdarahan Post Partum adalah perdarahan setelah bayi
lahir yang volumenya melebihi 500 ml (IBG, Manuaba: 2010). Kondisi dalam persalinan menyebabkan kesulitan
menentukan jumlah perdarahan yang terjadi karena bercampur dengan air ketuban
dan serapan pakaian atau kain alas tempat tidur.
Oleh sebab
itu maka batasan operasional untuk periode pasca persalinan adalah setelah bayi
lahir. Sedangkan tentang jumlah perdarahan, disebutkan sebagai perdarahan yang
lebih dari normal dimana telah menyebabkan perubahan tanda vital (Sarwono; 2008) seperti:
▪ Pasien mengeluh lemah, limbung
▪ Berkeringat dingin
▪ Menggigil
▪ Hipernea
▪ Sistolik < 90 mm Hg
▪ Nadi > 100
x/mnt
▪ Kadar Hb < 8 gr %
Perdarahan
post partum adalah perdarahan lebih 500-600 ml selama 24 jam setelah anak
lahir. Termasuk perdarahan karena
retensio plasenta. (www.gynecology.com).
Perdarahan post partum adalah perdarahaan dalam kala IV lebih 500-600 cc
dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir. (Rustam
Mochtar, 2007).
àPembagian
perdarahan post partum:
1. Perdarahan
post partum primer (early postpartum hemorrhage) yang terjadi selama 24 jam
setelah anak lahir. Penyebab utama post partu primer
adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, dan robekan jalan lahir.
Terbanyak dalam dua jam pertama.
2. Perdarahan
post partum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24 jam
anak lahir. Biasanya hari ke 5-15 post partum. Penyebab utama perdarahan adalah
robekan jalan lahir dan sisa plasenta atau membran. (Manuaba, 2010).
2. Etiologi
Etiologi
perdarahan post partum:
1.
Atonia uteri
Faktor
predisposisi terjadinya atonia uteri adalah :
1)
Umur : umur
yang terlalu muda atau tua
2)
Paritas :
sering dijumpai terjadi pada multipara dan grandemultipara
3)
Partus lama
4)
Obstetri
operatif dan narkosa
5)
Uterus terlalu
regang dan besar, misalnya gemelli, hidramnion, atau janin besar
6)
Kelainan pada
uterus, seperti mioma uteri, uterus couvelair pada solusio plasenta
7)
Faktor sosial
ekonomi, yaitu malnutrisi.
2.
Sisa plasenta dan selaput ketuban
3. Jalan lahir : robekan perineu, vagina,
serviks, forniks dan rahim.
4.
Penyakit darah
Kelainan
pembekuan darah misalnya afibrinogenemia atau hipofibrinogenemia yang sering
dijumpai:
1)
Perdarahan
yang banyak
2)
Solusio
plasenta
3)
Kematian janin
yang lama dalam kandungan
4)
Pre eklamsi
dan eklamsi
5)
Infeksi,
hepatitis dan syok septic. (Rustam Mochtar, 2007)
3. Faktor
Predisposisi
1. Keadaan Umum
parturien yang mempunyai gizi rendah.
-
Hamil dengan anemia
-
Hamil dengan kekurangan gizi / malnutrisi
2. Kelemahan
dengan kelelahan otot rahim
-
Grandemulti para
-
Jarak kehamilan
dan persalinan kurang dari 2 tahun
-
Persalinan lama atau terlantar
-
Persalinan dengan tindakan narkose
-
Kesalahan penanganan kala III ialah
kalau rahim dipijat-pijat untuk mempercepat lahirnya placenta (Sarwono, 2008)
3. Pertolongan persalinan dengan tindakan disertai narkose.
4. Overdistensi
pada kehamilan
-
Hidramnion
-
Gemelli
-
Anak yang melebihi 4000 gram
4. Diagnosa
Diagnosa perdarahan post partum dapat ditegakkan dengan memperhatikan :
1. Adanya perdarahan post partum yang banyak
dalam waktu singkat.
2.
Pada pemeriksaan dijumpai :
1)
Uterus yang lembek
2)
Terdapat perlukaan jalan janin
3)
Disertai atau tanpa retensio
plasenta
4)
Terdapat Hematoma.
3. Perdarahan melebihi 25 % dari volume darah
akan menimbulkan gejala klinis:
1)
Kesadaran menurun
2)
Frekuensi nadi
dan pernafasan meningkat, tekanan darah menurun.
3)
Daerah ujung ekstremitas terasa
dingin.
4)
Parturien tampak pucat (anemia)
5)
Pada keadaan yang serius, disertai
gejala shock.
5. Penilaian
Klinik
|
Gejala dan
Tanda
|
Penyulit
|
Diagnosa
Kerja
|
|
Uterus tidak berkontraksi dan lembek, perdarahan setelah bayi lahir.
|
·
Shock
·
Bekuan darah pada serus atau
posisi terlentang akan menghambat aliran darah keluar.
|
Atonia
Uteri
|
|
Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir.
Uterus berkontraksi dan keras Placenta lengkap.
|
·
Pucat
·
Lemah
·
menggigil
|
Robekan
jalan lahir
|
|
Placenta
belum lahir setelah 30 menit, perdarahan segera setelah bayi lahir.
Uterus
berkontraksi dan keras
|
Tali pusat
putus akibat reaksi berlebihan.
Inversio uteri akibat tarikan, perdarahan lanjutan.
|
Retensio
Placenta
|
|
Placenta/sebagian selaput tidak lengkap.
Perdarahan segera setelah bayi lahir.
|
Uterus berkontraksi tetapi tinggi Furdus tidak berkurang.
|
Tertinggalnya
sebagian placenta.
|
|
Uterus tidak teraba
Lumen vagina terisi massa
Tampak
tali pusat (bila placenta belum lahir)
|
Neurogenik shock
Pucat dan limbung
|
Inversio
Uteri
|
|
Sub.Invelusi Uterus
Nyeri tekan perut bawah dan pada uterus perdarahan Lokhsa makopurulen dan
berbau
(bila
disertai infeksi)
|
·
Anemia
·
demam
|
Endometritis
Atau, sisa
fragmen placenta
(terinfeksi
atau tidak)
|
6. Penanganan
Perdarahan post partum
Berupa :
1.
mencegah perdarahan post partum
2.
mengobati perdarahan kala uri
3.
mengobati perdarahan post partum pada atonia uteri
Cara mengobati
perdarahan kala uri :
1. memberikan oksitosin
2.
mengeluarkan plasenta menurut cara Credee (1-2 kali)
3. mengeluarkan
plasenta dengan tangan.Penanganan Perdarahan post partum
7. Komplikasi
1.
Memudahkan terjadinya:
1) Anemia yang
berkelanjutan
2) Infeksi puerperium.
2.
Terjadi rehrosis hipofisis anterior dan sindrom sheehan
1)
Kelemahan umum (Asthenia)
2)
Menurunnya berat badan sampai cachexia
3)
Penurunan fungsi sexsual
4)
Memudarnya tanda-tanda seks sekunder
5)
Turunnya metabolisme – hipotensi
6)
Amenarea sekunder
3.
Kematian perdarahan post partum
8. Pencegahan
Cara mencegah perdarahan post partum yaitu memeriksa keadaan fisik,
keadaan umum, kadar hemoglobin, golongan darah dan bila mungkin tersedia donor
darah. Sambil mengawasi persalinan, dipersiapkan keperluan untuk infus dan
obat-obatan penguat rahim atau uterotonika. Setelah ketuban pecah, kepala janin
mulai membuka vulva, infus di pasang dan sewaktu bayi lahir diberikan satu
ampul metergin atau kombinasi dengan lima satuan sintosinon atau sintometrin
intravena. Hasilnya biasanya memuaskan.
Pencegahan terjadinya perdarahan post partum merupakan tindakan utama,
sehingga dapat menghemat tenaga, biaya dan mengurangi komplikasi.
Upaya preventif dapat dilakukan dengan :
2.
Meningkatkan
kesehatan ibu, sehingga tidak terjadi anemia semasa kehamilan.
3.
Melakukan persiapan pertolongan
persalinan
4.
Meningkatkan usaha penerimaan KB
5.
Melakukan
pertolongan persalinan di rumah sakit bagi ibu yang mengalami perdarahan
post partum habitualis.
6.
Memberikan
uterolunika segera setelah persalinan bayi, sehingga persalinan placenta
dipercepat dan mengurangi perdarahan.
9. Pertolongan
khusus
·
Pada perdarahan karena atonia uteri
dan retensio placenta :
1.
Melakukan placenta manual
2.
Pemijatan otot rahim secara bimanual
atau
3.
Pemberian uterotonika
im / iv dengan drip
4.
Melakukan
pemasangan tampon uterovaginal selama 24 jam dengan dacier kateter.
5.
Bila gagal
dilakukan tindakan operasi Ligan ateri hipogastrika / histerektomi.
·
Pada perdarahan
yang disebabkan oleh trauma / perlukaan jalan lahir :
1.
Evaluasi tempat
luka dengan menggunakan Spekulum.
2.
Melakukan
Ligasi bekas luka trauma persalinan.
·
Pada
perdarahan yang disertai hipofibrinogenemia, yaitu :
1.
Solusi placenta
1)
Infus cairan pengganti
2)
Utero tonika dosis adekuat
3)
Tambahan fibrinogen langsung
4)
Dapat diberikan
tranfusi dengan jumlah darah cukup.
2.
Intrauterine fetal death / missed abortion
1)
Pemeriksaan
darah disertai analisa faktor pembekuan darah.
2)
Berikan
fibrinogen dalam dosis yang cukup.
3.
Emboli air ketuban.
¶
Ketuban pecah diikuti sesak napas,
frekuensi detak jantung meningkat, menggigil, kedinginan, sianosis, shock dan
dalam waktu singkat meninggal.
¶
Bahaya perdarahan disebabkan oleh
gangguan fungsi pembekuan darah atau sindrom hipofibrinogenemia.
(Harry.Oxorn & William R Forte.2010)
Perdarahan Post
Partum Sekunder.
Sebagian besar disebabkan oleh placenta rest. Penanganannya
adalah :
1. Pemasangan infus untuk persiapan kuretase.
2. Pemberian narkose ringan seperti ketalar,
pentalal atau,
3. Melakukan kuretase diikuti dengan
pemberian utera tonika.
Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan
komplikasi perdarahan post partum :
1.
menghentikan perdarahan
2.
mencegah timbulnya syok
3.
mengganti darah yang hilang.
Pengeluaran plasenta dengan tangan segera
sesudah janin lahir dilakukan bila :
1. menyangka akan terjadi perdarahan post
partum
2. perdarahan banyak atau lebih dari 500 cc
3. retensio plasenta
4. melakukan tindakan obstetri dalam narkosa
5. riwayat perdarahan post partum pada
persalinan yang lalu.
Pencegahan terjadinya perdarahan post partum merupakan tindakan utama,
sehingga dapat menghemat tenaga, biaya dan mengurangi komplikasi.
Upaya preventif dapat dilakukan dengan :
-
Meningkatkan
kesehatan ibu, sehingga tidak terjadi anemia semasa kehamilan.
-
Melakukan persiapan pertolongan
persalinan secara
-
Meningkatkan usaha penerimaan KB
-
Melakukan
pertolongan persalinan di rumah sakit bagi ibu yang mengalami perdarahan
post partum habitualis.
-
Memberikan
uterolunika segera setelah persalinan bayi, sehingga persalinan placenta
dipercepat dan mengurangi perdarahan.
(Harry.Oxorn
& William R Forte.2010)
POHON MASALAH
|
1.
Pemijatan
fundus uteri segera setelah lahirnya plasenta (maksimal 15 detik)
|
|
Uterus
berkontraksi?
|
|
Evaluasi rutin. Jika uterus
berkontraksi tapi perdarahan terus berlangsung, periksa apakah perineum
vagina dan serviks mengalami larsasi dan jahit atau rujuk segera
|
|
2.
Bersihkanlah bekuan darah dan/atau
selaput ketuban dari vagina dan lubang serviks.
3.
Pastikan bahwa kandungan kemih
telah kosong. Jika penuh atau dapat di palpasi, kaleterasi kandungan kemih
menggunakan teknik aseptic.
4.
Lakukan kompresi bimanual internal
(KBI selama 5 menit).
|
|
Uterus
berkontraksi?
|
|
Teruskan KBI selama 2 menit
keluarkan tangan perlahan-lahan pantau kala empat dengan ketat
|
|
5.
Anjurkan keluarga untuk mulai
melakukan kompresi bimanual eksternal.
6.
keluarkan tangan perlahan-lahan
7.
Berikan ergometrin 0,2 mg IM
(jaringan diberikan jika hipertensi)
8.
Pasang infus menggunakan jarum
ukuran 16 atau 18 dan berikan 500 ml ringer laktat ± 20 unit oksitosin.
Habiskan 500 ml pertama secepat mungkin
9.
Ulangi KBI
|
|
Uterus
berkontraksi?
|
|
Evaluasi
rutin. Jika uterus berkontraksi tapi perdarahan terus berlangsung, periksa
apakah perineum vagina dan serviks mengalami laserasi dan jahit atau
rujuk segera
|
|
10.
Rujuk segera
11.
Dampingi ibu ke tempat rujukan
12.
Lanjutkan infus ringer laktat ± 20
unit oksitosin dalam 500 ml larutan dengan laju 500 ml/jam hingga tiba di
tempat rujukan atau hingga menghabiskan 1,5 lt infus. Kemudian berikan 125
ml/jam. Jika tidak tersedia cairan yang cukup, berikan 500 ml kedua dengan
perlahan dan berikan minuman untuk rehidrasi.
|
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
I Interpretasi data dasar
DS :Ibu melahirkan ….. jam
yang lalu, melahirkan anak ke ….. secara normal dan sekarang mengeluarkan darah
sur –sur dan sudah ganti pembalut ….. x
DO :
TFU : 2 jari bawah pusat
UC : lemah/baik
KU : agak pucat / pucat
Kesadaran : compos mentis
TTV :
TD : 120/80 – 100/60 mmHg
N
: 80 -100 x/menit
S : 365
-375 0 C
Lochea : rubra
Perdarahan > 500 cc
Dx : P……… 0 – 24 jam Post Partum dengan HPP primer
II Dx/masalah potensial
Syok
III Kebutuhan Segera
Penanganan Syok
IV. Intervensi
Dx : P……… 0 – 24
jam Post Partum dengan HPP primer
Tujuan :masa nifas
berjalan normal
Kriteria Hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran compos
mentis
·
Perdarahan
berhenti
·
UC : baik
Intervensi
|
1.
|
Lakukan masase selama 15 detik.
|
|
|
|
R/
|
merangsang kontraksi uterus
|
|
2.
|
Observasi
TTV
|
|
|
|
R/
|
dapat segera
terdeteksi bila terjadi hal yang tidak normal
|
|
3.
|
Bersihkan
bekuan darah/atau selaput ketuban dari vagina dan saluran serviks
(eksplorasi)
|
|
|
|
R/
|
bekuan darah
dan selaput ketuban akan menghalangi kontraksi uterus.
|
|
4.
|
Pastikan kandung kemih kosong.
|
|
|
|
R/
|
kandung
kemih dapat menghalangi kontraksi uterus.
|
|
5.
|
Lakukan kompresi bimanual
internal.
|
|
|
|
R/
|
kompresi uterus ini memberikan tekanan langsung pada
pembuluh terbuka dan dinding dalam uterus dan merangsang miometrium untuk
berkontraksi sehingga mempercepat involusi
|
|
6.
|
Pasang Infus
|
|
|
|
R/
|
untuk
mencegah terjadinya syok
|
|
7.
|
Periksa ulang
kelengkapan plasenta
|
|
|
|
R/
|
untuk memastikan
tidak ada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
|
|
8.
|
Periksa ulang
kemungkinan robekan servix, vagina dan perineum
|
|
|
|
R/
|
memastikan
tidak ada laserasi
|
|
9.
|
Berikan injeksi metergin 1 amp
|
|
|
|
R/
|
untuk
menghentikan perdarahan dari bawah
|
|
10.
|
Observasi pemantauan kala IV.
|
|
|
|
R/
|
Untuk
memantau keadaan ibu agar tidak terjadi komplikasi.
|
|
11.
|
Anjurkan ibu untuk segera
menyusui bayinya
|
|
|
|
R/
|
hisapan bayi akan merangsang
otot-otot polos payudara berkontraksisehingga
mempercepat proses involusi.
|
|
12.
|
Motivasi
klien untuk menjaga personal hygiene (ganti pembalut).
|
|
|
|
R/
|
agar ibu
terhindar dari infeksi.
|
DAFTAR PUSTAKA
1.
Acuhan
Persalinan Normal. 2008. Dinas Kesehatan RI
2.
Harry,
Oxon & William Forte. 2010. Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi
Persalinan. Yogyakarta : ANDI.YEM
3.
Manuaba,
Prof. Dr. Ida Bagus Gde, SpOG. 2010. Ilmu Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta :
EGC
4.
Saifudin,
Abdul Bari. 2008. Buku Acuhan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.
Jakarta : YBP-SP
5.
Winkjosarto,
Hanifa. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
AKADEMI
KEBIDANAN MEDIKA WIYATA
·
Ijin
Depkes RI No.HK.03.2.4.1.03896
·
Ijin
Dikti No. 194/D/O/2007
·
Akreditasi
B
FORMAT ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU NIFAS
Nama Mahasiswa :
Nur Mariani Rohmatin
NIM :
10.010
Tanggal
masuk RS/BPS/ RB/PKM : 20November
2012
Jam : 08.00 WIB
Tanggal pengkajian : 20November
2012
Jam :
08.00 WIB
No.registrasi :
I.
PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas (biodata)
Nama pasien : Ny. T Nama Suami : Tn.D
Umur :
21 th Umur : 24 th
Suku/bangsa : Jawa / Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama :
Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : - Penghasilan : Rp.1.000.000,-
Alamat kantor : - Alamat
kantor : -
Alamat rumah : Desa Gamol-
Langenharjo Alamat rumah :Ds. Gamol- Langenharjo
2. Keluhan
Utama
Ibu
melahirkan 2 jam yang lalu dan sekarang mengeluarkan
darah sur –sur banyak
3. Riwayat
Perkawinan
Kawin : 1 kali
Kawin pertama kali usia
: 21 tahun
Dengan suami sekarang
sudah : 2 tahun
4. Riwayat
Menstruasi
Menarche : 13 tahun
Lama : 5 -6 hari
Banyaknya : 3 x ganti softek
Teratur/ tidak : teratur
Disminorhea : tidak
Flour albus : tidak
Jumlah :
-
Warna/bau : -
5. Riwayat
Obstetrik
a. Riwayat
Kehamilan
G : I P
: 0000
Usia kehamilan berapa saat persalinan
anak terakhir : 9 bulan
Proses persalinan : berjalan
normal
Penolong : bidan
6. Riwayat
KB
Jenis kontrasepsi : suntik 3 bulan
Mulai menggunakan :
2011
Mulai melepas : 2012
7. Riwayat
Kesehatan yang Lain
Ibu tidak menderita
penyakit kronis dan menular seperti TBC, DM, hepatitis, dll
8. Riwayat
Kesehatan keluarga
Tidak
ada keluarga yang menderita penyakit menular/ kronis
seperti DM, asma dll
9. Riwayat kehamilan terakhir
ANC 6x TM 1
2x (mual -mual), TM II 2x (taa), TM III 2x (taa)
10. Riwayat persalimam yang sekarang
Px datang
buka 4 jam 00.30, jam 03.00 VT ᴓ 10 cm
11. Keadaan bayi
Bayi lahir
normal (spontan), A-S (9 -10), ♂, BB : 3500 gr, PB : 50 cm pada pukul 06.10 WIB
tanggal 20 November 2012
12. Pola makan dan minum
a. Saat
hamil
Makan : 4x sehari, menu = nasi, sayur, lauk dan 1 porsi habis
Minun :
6-7 gelas/hari, air putih
b. Selama
nifas
Makan :, menu = nasi, sayur, lauk dan 1 porsi habis
Minum : 2 gelas selama
pengkajian masa nifas
Perubahan
pola makan yang dialami selama hamil dan setelah melahirkan menurun, karena ibu
terlalu capek.
13. Pola
aktivitas sehari-hari
a.
Saat hamil
Istirahat :
santai sambil lihat TV
Tidur : siang ±
1 jam, malam ± 6 jam
Seksualitas : 1 kali dalam 2 minggu
b.
Selama Nifas
Istirahat :
tiduran di atas bed sambil meneteki bayi
Tidur : belum
Seksualitas : Belum
14. Pola
eliminasi
a.
Saat hamil
BAB : 1x
dalam1hari dengan konsistensi lembek
berwarna kuning
BAK : 6-7 kali, berwarna kuning, jernih, berbau khas
b.
Selama Nifas
BAB : belum
BAK :
1x selama pengkajian warna dan bau khas
15. Perilaku
kesehatan
Minum alkohol /
obat-obatan :
tidak pernah
Merokok, makan sirih, kopi : tidak
Ganti pakaian dalam : 2 kali ganti pembalut
selama pengkajian dan 2
kali ganti pakaian dalam
16. Kepercayaan
yang berhubungan dengan nifas : Brokohan, sepasaran,
selapanan
17. Keadaan
pikologi
·
Hubungan pasien dengan
keluarga
Baik,
Ibu didampingi keluarga saat lahirkan
·
Hubungan pasien dengan masyarakat
Baik,
banyak tetangga yang menjenguk di BPS Ny. Tri Siswanti
B. DATA
OBYEKTIF
1. Pemeriksaan
umum
a. Keadaan
umum : agak pucat
b. Kesadaran
: composmentis
c. Penampilan : pucat
d. Tekanan
Darah : 100/80 mmHg
e. Suhu
tubuh : 36,50C
f. Denyut
nadi : 84 x/m
g. Pernafasan
: 18 x/m
2. Pemeriksaan khusus
a. Kepala
Inspeksi : warna rambut hitam,
keadaan bersih
Palpasi : tidak ada benjolan,
rambut tidak rontok
b. Muka
cloasma gravidarum : tidak
c. Mata
: Kelopak mata : simetris ka/ki dan
tidak odema ka/ki
Inspeksi : Konjungtiva : pucat ka/ki
Sklera :
putih keabuan ka/ki
Pupil :
meiosis ka/ki
d. Hidung
Inspeksi : Bentuk
: simetris : ya
Sekret : tidak ada ka/ki
Polip : tidak ada ka/ki
e. Mulut
dan gigi
Inspeksi : Lidah : bersih
gusi :tidak epulis
gigi :tidak caries
f. Telinga : Serumen : tidak ada ka/ki
g. Leher
Inspeksi : Bentuk normal
Palpasi : Pembesaran
kel tyroid : tidak ada
pembesaran V.Jugularis : tidak ada
h. Axilla
: Pembesaran kel. Limfe : tidak ada ka/ki
i.
Dada
Payudara : Pembengkakan :tidak ada ka/ki
Simetris : ya (ka/ki)
Papilla mamae : menonjol ka/ki
benjolan/tumor : tidak ada ka/ki
pengeluaran : ada (kolostrom) ka/ki
strie : tidak ada ka/ki
Kebersihan : payudara bersih ka/ki
j.
Abdomen
·
TFU dan kontraksi : 2 jari bawah pusat, kontraksi lemah
·
Bekas luka operasi : tidak ada
·
Kandung kemih : kosong
k. Punggung
Inspeksi : Bentuk tulang belakang
normal
l.
Ekstremitas atas
Inspeksi : Odema : tidak ada ka/ki
Varises : tidak ada ka/ki
Simetris : iya ka/ki
m. Ekstremitas
bawah
Inspeksi : Odema : tidak ada ka/ki
Varises : tidak ada ka/ki
Simetris : iya ka/ki
n. Anogenital
·
Keadaan perineum : ada luka
jahitan, menutup
·
Luka jahitan episiotomi :tidak ada
·
Lochea :
rubra
·
Anus :
tidak haemoroid
Perkusi
·
Reflek patela : positif ka/ki
3.
Pemerisaan penunjang
lain : Tidak dilakukan
II.
DIAGNOSA
/ MASALAH/KEBUTUHAN
Tanggal : 20November
2012 Jam : 08.10
WIB
Diagnosa : P20022
jam Post Partum dengan HPP primer
Ds : Ibumelahirkan
anak kedua 2 jam yang lalu secara normal dan sekarang merasa darahnya keluar
sur- sur banyak dan sudah ganti pembalut 2x
Do
: Keadaan umum : lemah
Kesadaran : Compomentis
Keadaan
emosional : stabil
TTV
Tekanan
Darah : 100/80 mmHg
Suhu
tubuh : 36,5
˚C
Nadi :
84 x/menit
Pernapasan : 22 x/menit
-
TFU : 2 jari bawah pusat
-
Kontraksi uterus : lemah
-
Kandung kemih : kosong
-
Genetalia : lochea rubra, perineum ada luka
jahitan (menutup)
-
Perdarahan ± 600
ml
Bayi lahir pukul 06.10 WIB
II. DIAGNOSA/
MASALAH POTENSIAL
Syok
III. KEBUTUHAN
SEGERA
Penanganan Syok
IV. INTERVENSI
Tanggal 20 November 2012 Jam
: 08.12 WIB
Dx :P20022
jam Post Partum dengan HPP primer
Tujuan : masa nifas berjalan normal
Kriteria Hasil :
·
KU ibu baik
·
Kesadaran compos
mentis
·
Perdarahan
berhenti
·
UC : baik
Intervensi
|
1.
|
Lakukan masase selama 15 detik.
|
|
|
|
R/
|
merangsang kontraksi uterus
|
|
2.
|
Observasi
TTV
|
|
|
|
R/
|
dapat segera
terdeteksi bila terjadi hal yang tidak normal
|
|
3.
|
||
|
|
R/
|
bekuan darah
dan selaput ketuban akan menghalangi kontraksi uterus.
|
|
4.
|
Pastikan kandung kemih kosong.
|
|
|
|
R/
|
kandung
kemih dapat menghalangi kontraksi uterus.
|
|
5.
|
Lakukan kompresi bimanual
internal.
|
|
|
|
R/
|
kompresi uterus ini memberikan tekanan langsung pada
pembuluh terbuka dan dinding dalam uterus dan merangsang miometrium untuk
berkontraksi sehingga mempercepat involusi
|
|
6.
|
Pasang Infus
|
|
|
|
R/
|
untuk
mencegah terjadinya syok
|
|
7.
|
Periksa ulang
kelengkapan plasenta
|
|
|
|
R/
|
untuk memastikan
tidak ada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
|
|
8.
|
Periksa ulang
kemungkinan robekan servix, vagina dan perineum
|
|
|
|
R/
|
memastikan
tidak ada laserasi
|
|
9.
|
Berikan injeksi metergin 1 amp
|
|
|
|
R/
|
untuk
menghentikan perdarahan dari bawah
|
|
10.
|
Observasi pemantauan kala IV.
|
|
|
|
R/
|
Untuk memantau
keadaan ibu agar tidak terjadi komplikasi.
|
|
11.
|
Anjurkan ibu untuk segera
menyusui bayinya
|
|
|
|
R/
|
hisapan bayi akan merangsang
otot-otot polos payudara berkontraksisehingga
mempercepat proses involusi.
|
|
12.
|
Motivasi
klien untuk menjaga personal hygiene (ganti pembalut).
|
|
|
|
R/
|
agar ibu
terhindar dari infeksi.
|
V. IMPLEMENTASI
Tanggal
20 November 2012 Jam : 08.15 WIB
Dx :P20022
jam Post Partum dengan HPP primer
|
1.
|
Melakukan masase selama
15 detik.
|
|
|
|
Hasil :
|
Uterus berkontraksi dan dilanjutkan massase sampai
15 menit oleh keluarga
|
|
2.
|
Mengobservasi
TTV
|
|
|
|
Hasil :
|
TD : 110/80
mmHg
N : 88
x/menit
S : 36,5 0
C
RR : 22
x/menit
|
|
3.
|
Membersihkan
bekuan darah/atau selaput ketuban dari vagina dan saluran serviks
(eksplorasi)
|
|
|
|
Hasil :
|
Bekuan
darah/ selaput ketuban dari vagina dan servik bersih
|
|
4.
|
Memastikan kandung kemih
kosong.
|
|
|
|
Hasil :
|
kandung
kemih kosong
|
|
5.
|
Mengobservasi
TFU dan Kontraksi
|
|
|
|
Hasil :
|
TFU 2 jari
bawah pusat
UC : baik
|
|
6.
|
Memasang infus
|
|
|
|
Hasil :
|
Infus sudah terpasang
, cairan RL 500 cc grojok + drip pitogin 1 ampul di lengan kanan
|
|
7.
|
Memeriksaulang
kelengkapan plasenta
|
|
|
|
Hasil :
|
Plasenta
lahir lengkap tidak ada sisa plasenta yang masih tertinggal
|
|
8.
|
Memeriksa
ulang kemungkinan robekan servix, vagina dan perineum
|
|
|
|
Hasil :
|
tidak ada
laserasi
|
|
9.
|
Memberikan injeksi metergin 1 amp
|
|
|
|
Hasil :
|
Perdarahan
berhenti
|
|
10.
|
Menganjurkan ibu untuk segera
menyusui bayinya
|
|
|
11.
|
Motivasi ibu
untuk menjaga personal hygiene (ganti pembalut).
|
|
|
|
Hasil :
|
Ibu mengerti
apa yang disampaikan
|
VI. EVALUASI
Tanggal 20 November 2012 Jam
: 09.00 WIB
|
S :
|
Ibu mengatakan
darahnya tidak sur – sur lagi
|
|
O :
|
Perdarahan
berhenti
KU ibu : baik
Kesadaran :
compos mentis
Keadaan
emosional : stabil
TTV
TD : 120/80
mmHg
N : 88 x/menit
S : 36,6 0 C
RR : 20
x/menit
Colostrum
keluar ka/ki
TFU : 2 jari
bawah pusat
UC : baik
Lochea : rubra
|
|
A :
|
P2002 3 jam Post Partum
|
|
P :
|
Melanjutkan
observasi
·
Observasi
TTV
·
Observasi
perdarahan
· Observasi
TFU dan UC
|